oleh

Pendidikan Zaman Now

Oleh: Indra Kurniawan

(Mahasiswa Hukum UNTAG 1945 Samarinda)

 

KITA akan mulai dari timeline panjang peradaban umat manusia dari yang paling sederhana untuk bertahan hidup pada periode-periode awal hingga yang amat kompleks hari-hari ini, agar utuh pemahaman kita memahami perkembangan perubahan zaman umat manusia. Pada priode awal kita mengenal zaman paliolitikum atau zaman batu, zaman dicmana manusia menggantungkan hidup kepada sesuatu yang disediakan alam, melalui berburu dan berpindah-pindah tempat.

Kemampuan yang harus dimiliki pun khusus, berupa kemampuan berlari cepat, memanjat pohon, ketangkasan fisik, insting berburu, dan seterusnya. Zaman ini terjadi ratusan ribu tahun sebelum masehi. Tentunya ada perubahan pada zaman ini Paliolitikum 1.0, paliolitikum 2.0.

Kemudian beberapa ratus tahun sebelum masehi zaman berubah lagi manusia memasuki zaman baru, zaman Neolitikum atau zaman Agrikultura. Di mana manusia menggantungkan hidupnya dari proses berternak dan bertani. Kemudian kita bertanya kenapa perubahan ini bisa terjadi?

Pertama, jumlah populasi dalam komunitas manusia semakin banyak, beranak pinak sehingga tidak memungkinkan untuk berpindah-pindah tempat lagi. Kedua, kebutuhan akan pangan pun semakin banyak, berburu dianggap sudah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup komunitas lagi, pun pada kemampuan yang harus dimiliki berbeda. Meskipun ada pandangan yang mengatakan bahwa bertani dan berternak bukanlah pilihan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan hidup, kerena faktanya setiap generasi selalu merasa bahwa generasi sebelumnya selalu lebih baik. Namun apakah zaman berhenti?

Abad ke-17 peradaban manusia memasuki zaman baru lagi, zaman industri. Diawali dari munculnya pabrik tekstil di Inggris, di mana manusia tidak lagi menggantungkan hidupnya hanya pada pertanian dan perternakan, tapi juga di pabrik. Manusia memiliki pekerjaan baru pada sektor manufaktoring, tentunya kemampuan baru pun harus dimiliki, salah satunya kemampuan baca tulis dan berhitung. Pada periode inilah kita mengenal sekolah formal modern yang secara massif berdiri di banyak tempat untuk memenuhi kebutuhan industri, kebutuhan pabrik.

Perkembangan zaman industri pun telah mengalami beberapa kali revolusi, revolusi industri 1.0, revolusi industri 2.0, revolusi industri 3.0 dan yang teranyar adalah revolusi industri 4.0. Namun apakah benar kita masih berada pada zaman industri? Dalam 5-10 tahun kedepan mungkin iya. Tetapi dalam hemat kami meyakini, kita sedang berada di penghujung zaman industri dan awal dari zaman baru yang belum kita ketahui namanya, sebab kehidupan sama sekali telah berbeda.

Zack Ma dalam suatu wawancara beberapa tahun lalu mengatakan, manufacturing bukan lagi tempat untuk mencari kerja. Di masa depan dalam waktu dekat manusia akan bertindak sebagai jasa, bukan lagi sebagai mesin, mesin is mesin, human is human. Manusia bertindak sebagai manusia dan pekerjaan mesin dikerjakan oleh mesin. Sehingga sistem pendidikan yang diatur oleh bell (lonceng), rangking dan ijazah semakin tidak relevan.

Lantas kita bertanya seperti apa zaman di masa depan itu, apa yang harus kita persiapkan?

Beberapa tahun lalu pemerintah yang bertanggung jawab pada bidang pendidikan (Mendikbud) mengkaji secara serius tentang Taksonomi Bloom yang dikemukakan oleh Benjamin S Bloom. Yakni urutan tingkat kecerdasan manusia mulai dari yang tingkatan paling bawah LOTS (Low Order Thingking Kemampuan) dan yang paling tinggi HOTS (High Order Thingking Kemampuan). Berikut urutan levelnya:

1.Menciptakan 2.Mengevaluasi 3.Menganalisa 4. Mengaplikasi 5. Memahami dan paling bawah 6. Menghapal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed