oleh

Evaluasi, Pemkab Nunukan Lakukan Deteksi Dini Pembangunan Triwulan II Tahun 2020

NUNUKAN – Rapat koordinasi (rakor) dan pengendalian pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2020, dilaksanakan secara virtual dan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum dan Kesra Setkab Nunukan H.Asmar, SE, di ruang rapat VIP Lantai 4 Kantor Bupati, Senin (20/7/2020).

Dikatakan H. Asmar, di rakor ini membahas permasalahan dan kendala yang dihadapi dan akan didiskusikan secara bersama-sama, sehingga dapat diperoleh solusi dan upaya perbaikan yang sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. Untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi dan capaian program dan kegiatan pembangunan triwulan II tahun 2020, baik itu realisasi fisik pelaksanaan pembangunan tahun anggaran 2020.

Rakor seperti ini juga merupakan salah satu alat deteksi dini untuk melihat penyimpangan, inkonsistensi, dan ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan serta pencapaian target yang sudah ditetapkan. Dengan demikian, tindakan perbaikan menjadi lebih cepat dilakukan sehingga dapat meminimalisir potensi-potensi kegagalan maupun pemborosan keuangan daerah.

“Kabupaten Nunukan tahun 2016 hingga 2021 memiliki visi misi adalah mewujudkan Kabupaten Nunukan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis agrobisnis menuju masyarakat yang maju aman adil dan sejahtera,” kata H.Asmar, kepada benuanta.co.id.

Yang ditekankan adalah sektor agrobisnis sebagai program prioritas pembangunan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dengan mengoptimalkan potensi dan keuangan daerah. Hal itu sejalan dengan program pemerintah pusat untuk membangun Indonesia dari wilayah perbatasan dengan memperkuat daerah dengan desa.

“Kita juga memiliki semangat yang sama dalam melaksanakan pembangunan, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Sepertinya kita harus memiliki fokus yang sama dalam pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah Kabupaten Nunukan juga telah membantu tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 yang tersebar di 21 kecamatan dan juga telah dilakukan refocusing APBD tahun 2020 untuk penanganan covid-19.

Dari refocusing APBD terkumpul anggaran sebanyak Rp 73.262.001.371. Anggaran itu akan difokuskan ke belanja tidak terduga untuk mendukung kegiatan gugus tugas covid- 19. Baik itu dalam kegiatan penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan penyediaan social safety net atau jaring pengaman sosial. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed