oleh

Pukul 01.00 Malam, Puskesmas Long Bia Tetap Merujuk Pasien ke RSD Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Listrik yang belum menyala selama 24 jam, sangat berdampak juga pada pelayanan kesehatan di Kecamatan Peso. Khususnya Puskesmas Long Bia, listrik hanya menyala pukul 6 sore hingga 6 pagi, sedangkan pagi hingga siang untuk pelayanan sudah tidak ada lagi.

“Untuk pelayanan sampai jam 1 siang itu pakai genset. Kita akan nyalakan kalau ada kondisi darurat saat butuh listrik, seperti pemasangan oksigen atau pemeriksaan laboratorium,” ungkap Kepala Puskesmas Long Bia, Mujahidah kepada benuanta.co.id, kemarin.

Alumni Universitas Hasanuddin ini mengatakan, tenaga kesehatan se Kecamatan Peso ada 58 orang, yang terbagi staf medis dan non medis. Dengan jumlah PNS sebanyak 30 orang sisanya ada PTT dan honorer.

Jumlah itu sebenarnya masih terbatas dengan jumlah penduduk Peso yang banyak dan berjarak cukup jauh dari ibukota kecamatan.

“Hanya saja tenaga kesehatan ini terbagi lagi ke 10 desa, masih terbatas karena tidak semua tenaga medis kita yang free, melainkan ada shift,” bebernya.

Terkait alat kesehatan di Puskesmas ini, juga masih terbatas. Salah satunya yang terbatas dalam masa Pandemi Covid-19 ini adalah masker bedah. Karena setiap hari setiap tenaga medis ini harus dipenuhi kebutuhan masker.

“Sedangkan alkes lainnya yang kurang untuk pemeriksaan sehari-hari adalah Diagnostic Set di poli umum maupun UGD masih kurang,” ucapnya.

Mujahidah menuturkan, penyakit yang banyak ditemukan di Peso adalah ISPA non spesifik, penyakit Myalgia, penyakit tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Bagi masyarakat yang sifatnya rujukan ke RSD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, Puskesmas Long Bia bersama masyarakat mengantar pasien ini menggunakan speedboat milik masyarakat.

“Jika rujuknya malam seperti jam 1 malam, maka tetap berangkat dengan memakai motoris yang andal dan hafal medan sungai,” jelasnya.

“Kita sudah sering melakukan rujukan berangkat malam, hampir tiap bulan ada. Yang penting motoris siap, perawat dan pasien berangkat,” sambungnya.

Dia menambahkan, untuk anggaran saat rujukan malam dapat diklaim jika ditalangi oleh pihak keluarga pasien. Sehingga biaya itu nantinya diganti.

“Kami ada ambulans air 1 unit, hanya saja penggunaannya terbatas. Hanya untuk posyandu dan pusling. Dan 1 mobil ambulans hanya bisa menjangkau 4 desa terdekat ini,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed