oleh

Petani Tambak Tuntut Transparansi Harga Ekspor Hasil Laut ke Pemerintah

TARAKAN – Anjloknya harga ekspor hasil laut di tengah pendemi Covid-19, membuat petani tambak meminta pemerintah agar transparan terkait harga jual internasional, bukan hanya volume ekspor.

“Kalau invoice itu secara total saja tidak per size. Jadi tidak ada informasi berapa harga per size-nya, itu yang dituntut masyarakat, khususnya petambak untuk transparansi harga. Misalnya harga ekspornya sekian, meskinya tidak jauh dari pada harga di Tarakan yang diberikan petani tambak kepada perusahaan,” ujar anggota DPRD Provinsi Kaltara, Ir. H. Yancong kepada benuanta.co.id.

“Mengeluhkan (anjlok) tapi lebih kepada transparansi, kalau memang harganya seperti itu secara internasional, karena ini kan ekspor, ya mau diapa lagi kan. Kasih lah kita informasi yang dapat diterima oleh akal. Karena itu kita minta Disperindagkop Tarakan dan DKP Provinsi Kaltara, supaya ada harga per size, harga dollarnya gitu yang nanti itu dasar penetapan harga per size udang kepada masyarakat. Mungkin kalau ada selisihnya dengan harga internasional, mungkin tidak banyak, misalnya ada biaya operasional pabrik atau cold storage,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembeli BBM Banyak Bawa Jeriken, 3 SPBU Kena Teguran Tertulis 

Dari transparansi harga tersebut, ia meminta harga tersebut dirilis pemerintah setiap bulannya. Ini untuk menghindari kecurigaan masyarakat terhadap adanya pengaturan harga jual.

“Kita minta Disperindagkop dalam hal ini Kota Tarakan untuk merilis harga udang itu per size tentunya. Tapi dari Disprindagkop kendalanya katanya marketing pointnya sudah tidak berfungsi lagi, waktu itu kita support marketing poitnya itu supaya ada dasar dapat harga internasional,” tukasnya.(*)

Baca Juga :  167 Pelajar di SMAN 2 Tarakan Tidak Mau Divaksin

 

Reporter : Yogi Wibawa
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *