Akibat Longsor, Tiang Listrik Roboh di Kampung Satu

TARAKAN – PT. PLN UP3 Tarakan menerima laporan adanya tiang JTR roboh di Jalan Matahari RT 10, Kampung Satu/Skip, Tarakan Tengah. Penyebabnya adalah Angin dan hujan yang terjadi pada Ahad dini hari 12 Juli 2020, yang menyebabkan sebagian tanah longsor di sekitar Tiang TR sebanyak 1 gawang.

Manajer PT. PLN UP3 Tarakan, Suparje Wardiyono mengatakan, telah melakukan pengaman lokasi dan pasokan listrik jalur tersebut. Juga dilakukan pendirian kembali tiang TR dengan penguatan.

“Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga keandalan penyaluran tenaga listrik melalui perbaikan segera kondisi tiang roboh dan miring serta pencegahan terhadap bahaya terhadap manusia maupun sistem tenaga listrik, dengan penguatan tiang melalui pemasangan trek skur pada tiang TR tersebut, juga dilakukan penguatan pada tiang tersebut,” ujarnya kepada awak media, Minggu 12 Juli 2020.

Baca Juga :  Awas! Merokok di Jalan Bisa Kena Denda Loh

Suparje menjelaskan, tidak ada daerah yang mengalami pemadaman sementara, karena tiang tersebut merupakan jaringan tegangan rendah yang sudah menggunakan kabel berisolasi.

“Dilakukan pengamanan lokasi saat dilakukan pekerjaan oleh Tim Pelayanan Teknik dengan menggunakan kendaraan mobil, peralatan lengkap serta alat pelindung diri dan memenuhi protokol kesehatan sebanyak 7 personel,” jelasnya.

PLN dengan sigap segera melakukan pengamanan lokasi dan melakukan perbaikan, pekerjaan dilakukan sejak pukul 08.45 wita setelah hujan reda, tiang sudah mulai berdiri dengan tegak dan aman sedang proses perbaikan dengan 7 personel dilengkap APD Lengkap diperkirakan selesai pukul 13.00 wita sehingga dapat penormalan, listrik tetap menyala kembali normal dan tiang TR aman berdiri. Pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan aman pada pukul 12.30 wita.

Baca Juga :  Laka Maut Depan Gudang, Polisi Sebut Sopir Truk Lalai Akibat Manuver Spontan

“PLN juga akan melakukan upaya pencegahan dengan rutin melakukan inspeksi jaringan dan melakukan perkuatan tiang untuk antisipasi kejadian berikutnya. Kami memohon maaf dan maklum atas ketidaknyamanan tersebut, dalam upaya kami meningkatkan kehandalan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah SUTM 20 kV atau SUTR 220 V,” tutupnya.(*)

 

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *