oleh

Konsumsi Listrik Sektor Industri Menurun Hingga 3 Persen, Kini Mulai Menggeliat Lagi

TARAKAN – Pola konsumsi listrik selama masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) mengalami perubahan tiga bulan terakhir. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Tarakan, mencatat pertumbuhan beban puncak yang melandai turun sejak 3 bulan terakhir itu mencapai dua hingga tiga persen dari daya mampu PLN Tarakan yang berkisar diangka 49 mega watt.

Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kota Tarakan, Suparje Wardiyono, menyampaikan beban puncak tertinggi sempat tercatat pada bulan Januari 2020 lalu dengan daya 45 mega watt, kemudian melandai turun di tiga bulan lalu dan kini sudah mulai kembali menggeliat lagi.

“Saat ini ada di 42 Mega watt, jadi turun 3 Mega watt dari Januari. Kalau kita kan kemampuannya 49 Mega watt,” ujar Suparje Wardiyono kepada benuanta.co.id.

Kata dia, sebelum peningkatan penggunaan listrik yang kembali ditunjukan di fase new normal life ini. Akibat pandemi, beberapa bidang bisnis yang sempat melesu diakuinya juga turut tak selera dalam hal konsumsi listrik. Misalnya saja sektor industri kayu lapis, cold storage hingga hotel dan restoran. Padahal jika beroperasi normal, satu pabrik manufaktur rata-rata bisa menggunakan daya diatas 1 hingga 3 Mega watt.

“Aktivitas produksi industri dan ekspor berkurang. Termasuk bisnis seperti hotel yang pengunjung berkurang, otomatis energi juga berkurang,” katanya.

“Beban puncak memang berkurang saat ini, energi rumah tangga justru naik tapi industri menurun. Turunnya 3 Mega watt dari beban puncak Januari itu setara dengan PT. Intraca lah yang punya daya 3,5 Mega watt. Rumah sakit Pertamina yang punya daya 1,1 Mega watt kalau full ya, dan kemarin itu juga sempat (turun). Tapi sekarang sudah mengeliat sedikit lah, mulai dari pelonggaran PSBB itu sudah mulai naik trennya,” tandasnya.(*)

Reporter : Yogi Wibawa

Editor : Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed