oleh

Kekurangan Guru di Perbatasan, Kadisdik Sarankan Sekolah Angkat Guru Honorer

NUNUKAN – Membicarakan permasalahan pendidikan, satu hal penting yang harus menjadi perhatian adalah terkait dengan jumlah guru di Indonesia. Kekurangan guru merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Hal itu juga dialami di Kabupaten Nunukan.

Guru sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA itu berbeda, jika guru SD bisa melakukan pengajaran di semua bidang studi karena ia adalah guru kelas, sedangkan guru SMP dan SMA merupakan guru kejuruan mata pelajaran yang akan diajarkan. Misalnya guru biologi, akan melakukan pengajaran hanya tentang mata pelajaran itu.

Baca Juga :  Kemenag Nunukan Minta Travel Haji Tidak Saling Sikut

Diakatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Junaidi, untuk formasi CPNS pada tahun 2018 itu tidak ada formasi mengisi kuota yang ada di dapil 1 atau wilayah Nunukan. Yang mana pada waktu itu semuanya berada di wilayah dapil 3. Namun Dinas Pendidikan akan tetap menginventarisir nama guru di bidang studi yang kekurangan tersebut.

Baca Juga :  Rapid Test Positif Covid-19 Bertambah 8 Orang di Nunukan, Total 17 Orang

“Dari kekurangan itu akan kita penuhi jika ada formasi penerimaan CPNS guru dari pusat,” kata Junaidi, kepada benuanta.co.id, Sabtu (11/7/2020).

Untuk mengupayakan agar tidak adanya kekurangan guru, baik itu di tingkat SD hingga SMP, maka akan diambil kebijakan mengangkat guru honorer dari sekolah masing-masing. Karena di dalam anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) ada penggajian untuk honorer.

Baca Juga :  3.640 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Nunukan dengan Pengawalan Ketat Personel Polda kaltara

“Dari Kemendiknas itu anggaran gaji honorer sekitar 50 persen dari anggaran BOSDA yang diutamakan. Jadi kalau memang itu dianggap kepala sekolah penting untuk memenuhi tenaga pengajar, silakan adakan, itu kan berdasarkan kebijakan dari kepala sekolah,” jelasnya.

Junaidi berharap agar formasi guru terus diperhatikan sehingga pembelajaran anak-anak tersebut mencapai target, terutama sumber daya manusia (SDM) anak-anak, terutama di wilayah pedalaman. (*)

 

Reporter: Darmawan
Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed