oleh

Kita Harus Bangun 100 Sekolah Lagi

Karena sejatinya membangun pendidikan adalah membangun ekosistem, pendidikan harus kita dekatkan ke masyarakat, membangun puluhan bahkan ratusan sekolah terpadu di setiap desa harus kita kerjakan. One Village One School Centre, satu desa satu sekolah terpadu yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP) dan Sekolah Menengah Sekolah Atas (SMA) bahkan Taman Kanak-Kanak(TK). Dengan begitu sedikit banyaknya mampu mencegah anak-anak kita hilang dari sekolah.

Orang tua bisa memantau anak-anaknya, anak-anak bisa membantu pekerjaan orang tua setelah pulang sekolah, karena pada umumnya pekerjaan masyarakat kita yang berada di pedesaan adalah petani dan nelayan, tidak ada ketakutan di hati orang tua ketika anaknya harus pergi merantau untuk melanjutkan jenjang pendidikan SMP maupun SMA lagi. Tidak ada tambahan biaya dan risiko-risiko lainnya. Itu yang kami maksudkan dengan membangun ekosistem.

Jika ketimpangan ini terjadi 10 tahun yang lalu mungkin kita hanya bisa pasrah, tapi untuk sekarang dan masa depan tidak lagi, sebab kita punya seluruh sumber daya untuk mewujudkan pendidikan yang dekat dengan masyarakat, serta pendidikan yang berkeadilan agar tidak ada lagi anak-anak kita yang hilang secara misterius dari ruang-ruang kelas. Bukan karena mereka ingin, tapi karena keadaan yang mengharuskan.

Belum lagi jika kita membahas tentang berapa jumlah anak-anak kita yang melanjutkan studi keperguruan tinggi, tentu angkanya lebih kecil lagi. Padahal dewasa ini pendidikan tinggi adalah salah satu jenjang wajib untuk mempersiapkan diri agar siap bersaing. Dimulai dari membangun puluhan bahkan ratusan sekolah dalam 5 tahun kedepan. Setelah sukses kita mencegah anak-anak kita yang dalam usia wajib sekolah tidak hilang secara misterius.

Bolehlah kita memimpikan mendirikan Universitas Tana Tidung gratis untuk anak-anak kita, sebab pendidikan adalah instrumen rekayasa sosial. Siapa dididik, belajar apa hari ini, akan menentukan siapa berbuat apa di masa depan. Maka kita harus mendidik anak-anak kita, putra putri Tana Tidung dengan pendidikan terbaik, visioner, berorientasi pada memanusiakan manusia dan lingkungan hidup. Jayalah Bumi Upun Taka!(*)

 

*Penulis adalah Mahasiswa Hukum Untag 1945 Samarinda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed