oleh

Hasil Poling Survei Online Bakal Paslon Sigit Muryono dan Markus Juk Masih Teratas

BULUNGAN – Banyaknya para tokoh berpengaruh yang bakal bersaing memperebutkan kursi no 1 dan 2 Kabupaten Bulungan, nampaknya akan membuat suasana persaingan politik di ibu Kota Kalimantan Utara kian memanas.

Namun suasana itu nampaknya tidak akan terlalu berpengaruh besar untuk bakal Pasangan Calon (Paslon) DR.H. Sigit Muryono, M.Pd.,Kons dan Markus Juk. Berbekal 3 kali memenangkan kompetisi Pileg Bulungan, serta adanya 2 dukungan Partai Politik (Parpol) besar yakni, PDIP dan PAN nampaknya akan membuat bakal calon pasangan ini semakin di atas angin.

Hal itupun semakin diperjelas dengan melesatnya perolehan polling dukungan mereka yang dilakukan oleh Polingkita.com yang menempatkan bakal Paslon ini dipuncak survei dan disusul oleh bakal Paslon lainnya yang merupakan saingan mereka. Menariknya, Markus Juk malah tidak pernah mengetahui tentang hal tersebut.

“Saya baru tahu tentang survei ini. Jika itu benar, maka saya berterima kasih sekali kepada masyarakat yang ternyata diam-diam memberikan dukungan besar kepada kami,” kata anggota DPRD 3 periode itu.

Meski Markus Juk sendiri merupakan anggota DPRD aktif Bulungan yang baru dilantik 2019 lalu. Namun kepada media Benuanta ia mengaku kalau pencalonannya kali ini sudah dia persiapkan sejak lama. Bahkan persiapan ini dilakukannya sebelum pileg 2019 lalu.

“2014 lalu saya sudah diminta masyarakat untuk maju sebagai calon bupati atau wakil bupati. Namun karena saya merasa pada saat itu keadaan sepertinya belum memihak kepada saya. Jadi saya lebih memilih bersaing kembali di Pileg dan kembali menang,” ungkapnya lagi.

“Namun ditahun ini desakan itu semakin besar dari masyarakat, ditambah Parpol saya juga merupakan Parpol pemenang dan didukung oleh PAN. Jadi, kenapa tidak,” imbuhnya.

Masih panjangnya jalan persaingan politik, juga memungkinkan untuk Paslon ini bakal didukung oleh Parpol lainnya. Namun Markus Juk sendiri malah tidak ingin membahas hal tersebut karena tidak ingin dianggap akan saling klaim Parpol pendukung.
“Kalau PDIP dan PAN itu pasti.

Namun untuk Parpol yang lain juga pasti ada. Tapi saya tidak bisa bilang untuk sekarang ini. Jadi, biarkan saja dulu berjalan ,” tuturnya.

Meski saat ini Markus Juk sendiri berada diposisi yang menguntungkan, namun ia juga mengaku, kalau ia tidak ingin terlena dan menjadi lalai terhadap gerakan bakal Paslon lainnya. Ia sendiri menganggap kalau persaingan masih panjang dan semua hal bisa saja terjadi. Apalagi ia beranggapan kalau persaingan Pileg dan Pilgub sangatlah berbeda.

“Kalau Pileg calonnya yang banyak, tetapi persaingan suaranya tidak terlalu besar. Sedangkan Pilbub sebaliknya, Paslonnya sedikit tapi kebutuhan suaranya yang besar. Jadi kita juga harus hati-hati,” tutupnya.(*)

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed