oleh

77 PMI-B Diberikan Pembinaan BNNK Nunukan

NUNUKAN – Sebanyak 408 pekerja migran Indonesia bermasalah (PMI-B) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba di Nunukan dideportasi dari Malaysia. Setibanya di Pelabuhan Tunon Taka, pemeriksaan pun dilakukan baik itu kesehatan suhu tubuh dan rapid test Covid-19 dengan hasil seluruh Deportan dinyatakan non reaktif.

Setelah proses penyerahan surat hasil pemeriksaan Covid-19 diberikan oleh tim gugus tugas kepada BNNK Nunukan, maka PMI-B lanjut ke proses penampungan sementara waktu, sambil menunggu kedatangan kapal. Seluruh Deportan dibawa menuju Rusunawa Sedadap untuk menginap selama satu malam.

Dari 408 deportan terdapat 77 orang PMI-B merupakan mantan penyalahguna narkotika semasa bekerja di Malaysia. “Kami pisahkan dari deportan yang lainnya kemudian diberi pengarahan oleh Kasi P2M BNNK Nunukan Murjani Shalat SE ,” kata Penyuluh Narkoba BNNK Nunukan Zaenal Arifin SKM, Rabu (1/7/2020).

Pengarahan yang diberikan adalah bahaya narkoba bagi kesehatan dan kehidupan, agar tidak terjerumus kembali, maka harus Komitmen untuk tidak lagi menyalahgunakan narkotika dan membuka lembaran kehidupan baru menjadi pribadi yang lebih baik.

“Sebanyak 85,72 persen dari mereka mengaku mengetahui bahwa narkotika adalah barang terlarang,
57,15 persen dari mereka awal menyalahgunakan narkotika karena diajak oleh teman kerja dan sisanya karena mencoba sendiri, dan menggunakan narkoba hanya untuk bekerja. Saat ini mereka mengaku sudah berhenti menyalahgunakan narkotika semenjak tertangkap oleh petugas di Malaysia,” jelasnya.

Menanggapi data tersebut, Kepala BNNK Nunukan Kompol La Muati SH MH, berpesan bahwa persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa Narkotika untuk kuat bekerja adalah persepsi yang sangat keliru, justru tubuh akan rusak karena telah dipaksa beraktivitas diluar kemampuannya. Dan jangan mudah terpengaruh oleh teman, khususnya teman sesama pekerja jika diajak menyalahgunakan Narkotika.

“Sebelum dipulangkan ke kampung halamannya oleh petugas BP2MI, mereka semua berjanji untuk tidak menyalahgunakan narkotika dan akan berperilaku baik setibanya kembali di kampung halaman,” tutupnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed