oleh

Polhut Musnahkan 15 kubik Kayu Illegal Logging di HLPN

NUNUKAN РSebanyak 15 kubik kayu siap pakai dimusnahkan oleh Polisi Kehutanan (Polhut) Kabupaten Nunukan, hasil kegiatan illegal logging di kawasan Hutan Lindung Pulau Nunukan (HLPN) daerah dulun kapal kilo meter 5.

Komandan regu satu Polhut Kabupaten Nunukan Rahman mengatakan, segala upaya akan di usahakan untuk tetap menjaga kelestarian hutan di wilayah perbatasan Indonesia atas penebangan liar terhadap orang yang tidak bertanggung jawab.

“Ada sekitar 15 kubik kayu yang kami musnakan di tempat, ada juga yang tidak sempat kami musnakan dikarenakan hari sudah sore dan medan juga terlalu berbahaya bagi kami, barang bukti terpaksa kami tinggalkan sekitar 4 Kubik,” kata Rahman kepada benuanta.co.id, Sabtu (27/6/2020).

Dia juga berharap untuk masyarakat agar dapat ikut membantu dalam menjaga kelestarian hujan Karena jika mereka saja tidak akan bisa, jika tidak ada kerja samanya.

Saat melaksanakan patroli di HLPN daerah dulun kapal kilo 5, yang telah dilakukan pemantauan dan menemukan beberapa orang yang sedang melakukan pemotongan kayu dengan singso.

“Sudah hampir kami tangkap tersangkanya namun karena medannya gunung-gunung dan lereng, waktu itu kami dari bawa lereng sehingga keliatan sama mata-matannya langsung ngasih kode ke yang nyingso kayu, dan akhirnya gagal kami tangkap, mereka sempat kabur,” ujar Rahman kepada benuanta.co.id.

Lanjut dia, dihari ketiga intelijen polhut kembali menemukan lokasi dengan mendengar suara singso sebanyak 4 unit, dan pas hendak mau diamankan ternyata lagi-lagi ketahuan.a

“Paginya kami lacak langsung masuk mencari dimana mereka merusak hutan setelah kami dapatkan lokasinya, langsung memerintahkan anggota untuk membawa singso agar dapat lasung memusnakan kayu tersebut. Karena jika tidak dimusnakan bisa dimanfaatkan mereka buat modal merusak hutan lagi,” jelasnya.

Padahal hal itu bisa dikenakan Pasal 83 ayat (1) juncto Pasal 12 huruf e UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan. Dan akan terancam pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun penjara, serta denda maksimal Rp 2,5 miliar.(*)

Reporter: Darmawan
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed