oleh

PCR Bagi Pelaku Perjalanan Kini Berlaku Selama 14 Hari

10 SAMPEL DIPERIKSA, 2 FOLLOW UP MASIH POSITIF, 8 ORANG NEGATIF

NUNUKAN – Dari hasil pemeriksaan TCM (tes cepat molukuler) dari RSUD Tarakan terhadap 10 Sampel yang dikirimkan, yakni 2 orang untuk sampel Follow up pasien konfirmasi positif masih dinyatakan positif, atau belum bisa dinyatakan sembuh. Hal itu disampaikan Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan Aris Suyono, Sabtu 27 Juni 2020.

“Sementara 8 orang yang sampel positif reaktif rapid test yang dilanjutkan dengan pengiriman sampel untuk diagnosa melalui TCM  hasilnya dinyatakan Negatif,” kata Aris Suyono.

Selain itu, berdasarkan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID – 19 Pusat Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Surat Edaran Nomor 7 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif Aman COVID-19, ada perubahan persyaratan yang harus diketahui oleh seluruh masyarakat.

Di antaranya; masa berlaku untuk pemeriksaan PCR atau rapid test bagi pelaku perjalanan berlaku selama 14 hari yang tadinya untuk PCR 7 hari dan rapid test 3 hari. Ketentuan ini berlaku sejak ditetapkan pada tanggal 26 Juni 2020.

“Dengan berlakunya edaran ini maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Nunukan akan menyesuaikan dengan ketentuan peraturan yang berubah,” Jelasnya.

Sejak hari Jumat, 26 Juni 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melalui Tim BPBD, Satpol PP, Dinkes dan Petugas Pengamanan baik dari TNI dan Polri sudah mulai melakukan penegakan disiplin secara persuasif bagi masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol Kesehatan.

Kegiatan ini akan berlangsung terus setidaknya 1 pekan kedepan untuk mendisiplinkan masyarakat terhadap protokol kesehatan terutama, di tempat–tempat umum, tempat usaha dan tempat tempat keramaian lainnya. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed