oleh

Kapolda Bersama Danrem Ajak Masyarakat Hadapi New Normal dengan Bentuk Kampung Trengginas

NUNUKAN – Tujuan Kapolda Kaltara membentuk Kampung Trengginas adalah untuk menghadapi dampak covid-19. Dengan konsep buttom up, yakni bergerak dari tingkat bawah agar masyarakat mempunyai ketahanan di bidang pangan, kesehatan, keamanan.

Sehingga tidak sampai dampak covid-19 ini menimbulkan krisis keamanan. “Cukup lah dampak kesehatan dan ekonomi saja, jangan sampai kejadian seperti di Amerika baru-baru ini, ada pemicu sedikit saja akan menjadi konflik sosial yang dampaknya sama-sama kita lihat terjadi gangguan keamanan,” terang Kapolda Kaltara Irjen Pol. Drs. Indrajit SH.

Berkait masalah keamanan, Kapolda berpesan kepada Kapolres Nunukan agar mulai sekarang sudah mulai memetakan kerawanan- kerawanan, sebab sebentar lagi akan Pilkada serentak akan digelar.

“Betul-betul diantisipasi, jangan sampai terjadi konflik sosial. Hanya gara-gara memilih pemimpin daerah untuk masa jabatan 5 tahun kita gontok-gontokan satu sama lain. Segera lakukan koordinasi dengan KPU, Bawaslu, Dandim, Bupati dan stakeholder terkait untuk duduk bersama dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Nunukan ini,” imbau Kapolda.

Polda Kaltara, lanjut Indrajit, saat Pileg dan Pilpres 2019 laly mendapat predikat paling aman. Untuk itu dirinya mengimbau agar dipertahankan. Tentu dengan upaya maksimal, tidak bisa prestasi yg diraih tanpa usaha yang maksimal dan sungguh-sungguh.

“Rangkaian kunjungan saya bersama Danrem ini adalah merupakan upaya saya untuk mengecek masing-masing Polres untuk mengetahui kesiapan wilayah dalam menghadapi pilkada nantinya. Walaupun saya tidak di sini lagi karena saya sudah purna tugas beberapa bulan lagi, namun saya tetap bertekad agar Kaltara yang kita cintai ini tetap aman,” harapnya.

Ditambahkan Danrem 092 Maharajalila Brigjen TNI Suratno, menghadapi Pilkada Desember 2020 nanti, aparat TNI dan Polri harus dalam posisi netral. Politik TNI Polri adalah politik negara bukan politik praktis.

“Jadi tolong sinergitas TNI Polri tetap dijaga. Kalau kita berbuat tidak sesuai dengan ketentuan, tentu berdampak akan mencoreng institusi kita. Upaya kita adalah mengawal kebijakan pemerintah agar Nlnegara kesatuan ini tidak pecah, selalu tetap dalam bingkai NKRI,” terang Danrem.

Diketahui, sebelum Kapolda dan Danrem melakukan kunjungan ke Kampung Trengginas, Kapolres dan Dandim lebih dulu menyampaikan paparan di Kodim.

Sementara itu, salah seorang warga Nunukan, Mansur Ince mengaku bangga atas dipilihnya salah satu kelurahan di Nunukan menjadi pilot projeck Kampunh Trengginas.

“Saya selalu masyarakat Kabupaten Nunukan sangat bangga, ini mendidik kami semua, ini salah satu percontohan, salah satu gagasan yang sangat baik. Ini bisa jadi percontohan bagi Polda lain,” terang pria yang juga tergabung dalam LSM Panjiku ini.(*)

Sumber: Bid Humas Polda Kaltara
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed