oleh

Kemenag Nunukan Minta Travel Haji Tidak Saling Sikut

NUNUKAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nunukan menyatukan Travel jemaah haji di Kabupaten Nunukan, agar tidak ada saling sindir menyindir atau saling menjatuhkan. Tapi diharapkan saling merangkul, dan bersaing secara sehat sesuai dengan syariat Islam.

Kepala Kemenag Kabupaten Nunukan H. M. Saleh mengatakan, mengenai penyelenggaraan jemaah haji pada tahun 2020 yang dibatalkan dikarenakan adanya pandemi Covid-19 saat ini,  tentu hal itu pasti memikirkan tentang keselamatan jemaah haji atau kemanusiaan.

“Kalau masalah ibadah haji bisa ditunda tahun depannya, tapi kalau keselamatan jiwa tidak bisa kita anggap remeh di tengah wabah Covid-19. Juga belum adanya surat resmi dari Arab Saudi untuk membuka jalur penyelenggaraan haji,” kata M. Saleh, kepada benuanta.co.id, Jumat (19/6/2020).

Baca Juga :  Prokes Ketat, PTM Wilayah 2 dan 3 Nunukan Mulai Digelar

Selain itu H. M. Saleh juga menjelaskan, dana haji hingga saat ini Rp 135 triliun di Indonesia. Ia juga mencontohkan jemaah haji yang seharusnya membayar Rp 72 juta, namun dikarenakan adanya subsidi, mereka hanya membayar Rp 37 juta. Selain itu setiap jemaah juga diberikan bekal sekitar Rp 6 juta untuk biaya hidup di Arab Saudi.

Baca Juga :  Harapkan Bahan Lokal Melonjak, Pemda Nunukan Dorong IRT Kelola Makanan Lezat

“Saya mohon kepada masyarakat dengan adanya pembatalan jemaah haji harap bersabar dan terima hikmahnya, InsyaAllah ada hikmah dari semua itu,” jelasnya.

Dia juga mengimbau Travel jemaah haji yang ingin melaksanakan umrah agar ditahan dulu, karena wabah Covid-19 ini belum diketahui Kapan akan berakhir.  Jumlah travel di Kabupaten Nunukan saat ini ada 6 dan 4 di antaranya sudah mendapatkan izin dari Provinsi Kalimantan Utara, sedangkan 2 lagi masih dalam tahap pengurusan berkas.

Baca Juga :  Melalui KP2S, Wabup Hanafiah Ajak Penurunan Stunting di Nunukan

“Masyarakat juga harus waspada terhadap travel haji yang abal-abal yang bisa merugikan diri sendiri. Jika ada uang muka pembayaran itu sekitar Rp 10 atau Rp 14 juta, hal itu bisa diragukan, karena uang muka jemaah haji sekitar Rp 20 juta ke atas,” imbuhnya.(*)

 

Reporter:  Darmawan

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed