TARAKAN – Terbentuknya kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) di Tarakan, beberapa program eksternal seperti pelatihan dan pemberian edukasi direncanakan mulai aktif di tahun 2020, namun terpaksa ditunda akibat pandemi COVID-19.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Basarnas Tarakan, Amiruddin.A.S.,S.Sos saat diwawancarai awak media di Kantor Basarnas Tarakan, Senin 15 Juni 2020.
Amiruddin mengatakan, Basarnas telah mempersiapkan beberapa program, paling pertama akan melakukan pembinaan potensi SAR. Kaltara memiliki potensi, namun belum mengetahui dan belum memiliki kualifikasi tentang bagaimana menjadi seorang rescuer.
“Seperti diketahui kantor SAR Tarakan masih terbilang baru. Namun kita akan memberikan pengetahuan edukasi pada seluruh potensi dari satuan samping baik dari TNI, Polri, masyarakat maupun mahasiswa pecinta alam,” ujarnya kepada awak media, Senin 15 Juni 2020.
“Kita akan berikan edukasi tentang sistem penyelamatan, fokusnya untuk memberitahu hal yang harus dilakukan jika berada dalam kondisi berhadapan dengan bencana maupun korban bencana,” tambahnya.
Amiruddin menjelaskan, Basarnas juga merencanakan akan mengadakan kegiatan SAR go to School, dimana program ini sudah lama dijalankan oleh Basarnas namun belum pernah dilaksanakan di Tarakan.
“Kita harus mempersiapkan diri, kita memberikan edukasi kepada anak sejak dini, agar anak mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan jika melihat atau berada dalam suatu musibah,” terangnya.
Diperkirakan seluruh program akan dilaksanakan diakhir tahun atau tahun depan. Karena seluruh anggaran difokuskan kepada bantuan selama pandemi COVID-19.
“Situasi pandemik yang cukup lama, pembinaan potensi pada tahun 2020 ini ditiadakan sehingga akan diprogramkan di tahun 2021, seluruhnya akan dilaksanakan secara bertahap seiring berkurangnya efek dari Covid-19,” tutupnya.(*)
Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli







