oleh

Kiprah dan Pengabdian ZIAP untuk Kaltara

BRIGRADIR Jenderal (Brigjen) Pol. Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum merupakan salah satu tokoh di dunia kepolisian yang sudah tak asing dengan Provinsi Kaltara. Beliau pernah menjabat sebagai Wakapolda Kaltara sebelum akhirnya dipromosikan ke Bareskrim Mabes Polri dengan jabatan sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II.

Brigjen Pol. Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum telah mengabdi selama 2 tahun lebih sejak Polda Kaltara terbentuk, yakni berdasarkan Skep Kapolri  Nomor : Kep/ 12/I/2018 tanggal 09 Januari 2018. Hingga akhirnya pindah ke Mabes Polri sesuai Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/385/II/KEP/2020 tertanggal 3 Februari 2020.

Jenderal bintang satu ini saat ini memang masih sering terlihat berseliweran di media sosial di Kaltara. Kedekatannya dengan masyarakat Kaltara, membuatnya masih selalu diingat meski saat ini bertugas di ibukota. Bahkan sesekali Zainal Paliwang berkunjung ke Kaltara untuk berjumpa dan bersilaturahmi dengan warga Kaltara sebelum covid-19 mewabah.

Perwira tinggi polisi yang sudah melekat dengan sebutan ZIAP ini memang dikenal mudah akrab dengan masyarakat. Sosoknya yang mudah bergaul, membuatnya tak pernah membeda-bedakan siapa yang menjadi lawan bicara atau diskusi. Tak hanya itu, ZIAP juga tak pernah tega melihat warga yang kesulitan. Saat mendengar ada warga tertimpa musibah, sisi humanis sekaligus karakternya sebagai seorang pengayom masyarakat langsung timbul dan dengan sigap mengunjungi warga tersebut.

KUNJUNGI : Brigjen Pol Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum saat mengunjungi Muhammad Azam di Rumah Sakit Daerah Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.

Kehadirannya di tengah masyarakat saat sedang tertimpa musibah tersebut diharapkan bisa menjadi sandaran dan keluh kesah, serta bisa sedikit meringankan beban warga.

Masih melekat diingatan kita saat ZIAP baru tiba di Kaltara dari Jakarta, langsung mendatangi kediaman balita yang saat itu berusia 2,1 tahun bernama Muhammad Azam yang menderita penyakit Epidermolisis Bulosa dan gizi buruk. Lokasi yang yang cukup jauh, yakni di SP 5, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, tak menyurutkan niat ZIAP untuk mendatangi Azam.

ZIAP pun harus menempuh perjalanan menggunakan perahu selama beberapa jam dan dilanjutkan menggunakan ojek untuk mencapai kediaman Azam. Demi menyampaikan bantuan yang dikumpulkannya dari rekan-rekannya di Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II.

Kisah heroik ZIAP yang juga disebut jenderalnya Kaltara ini adalah saat ikut mengantarkan jenazah almarhum Djoko Mulyono, jemaah Masjid Nur Aryaguna Polda Kaltara. Djoko Mulyono meninggal dunia Kamis 21 November 2019 silam. Keduanya dekat lantaran sering mengobrol di rumah Allah di sela waktu salat tiba.

Tak segan-segan, ZIAP pun ikut turun mengangkat keranda jenazah saat turun dari mobil jenazah menuju speedboat saat akan diberangkatkan, bersama Kabid Humas Polda Kaltara AKBP Berliando SIK dan masyarakat. Kejadian itu pun mengundang perhatian dan decak kagum masyarakat kepada sosok sang jenderal.

Untuk prestasi sendiri, bersama Kapolda Kaltara Irjen Pol. Drs, Indrajit SH pun sudah banyak ditorehkan. Di antaranya pembangunan SDM, infrastruktur seperti Markas Polda yang sudah ada meski belum 2 tahun berdiri, dan prestasi dalam pengungkapan kasus yang cukup signifikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed