oleh

Walikota Akan Setop Karantina saat New Normal Diberlakukan, Asal..

TARAKAN – Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes menyebut akan menghilangkan karantina atau screening bagi penumpang yang datang melalui moda transportasi laut dan udara. Hal itu akan dimulai saat pelonggaran menuju new normal yang dijadwalkan penerapannya Juni 2020 mendatang.

Namun menghilangkan tahap karantina pada setiap penumpang juga memiliki syarat khusus, dan upaya tersebut tergantung oleh tingkat disiplin masyarakat sendiri yang menjadi penentu karantina akan kembali diterapkan atau tidak.

“Sebenarnya karantina ini ‘kan upaya terakhir, jika tingkat disiplin masyarakat sudah baik. Misalnya habis pulang dari luar daerah, langsung karantina mandiri atau isosalisi di rumah masing-masing secara disiplin,” ujar dr. H. Khairul, M.Kes kepada benuanta.co.id.

Jauh sebelum diwajibkannya karantina 14 hari di gedung sekolah yang disulap menjadi tempat isolasi, salah satunya di SMPN 1 Tarakan, masih berlaku hingga saat ini. Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan juga pernah memberlakukan isolasi mandiri bagi penumpang yang masuk ke Bumi Paguntaka usai melakukan screening.

Namun ketika pelaksanaannya, kata orang nomor satu di Tarakan ini, banyak disalahgunakan. Misalnya melanggar waktu karantina yang belum selesai untuk keluar rumah. Hingga aksi nekat pasien yang tetap berkeliaran ketika diminta melakukan isolasi di rumah.

Padahal, lanjut alumni kedokteran dan kesehatan Universitas Hasanuddin Makassar ini, karantina tersebut dilakukan Pemkot sebagai upaya pemisahan terhadap orang yang datang dari luar daerah dan tidak diketahui status kesehatanya, kepada warga Tarakan.

“Sehingga jika ada orang yang datang dari luar daerah dan bisa lakukan isolasi sendiri di rumahnya, kan pemerintah tidak perlu repot-repot melakukan upaya karantina. Yang sekarang ini kita lakukan karena upaya disiplin itu belum begitu membudaya,” terangnya.

Terlebih lagi ketika fase new normal yang masih dipersiapkan pemerintah saat ini. Diharapkan dr. Khairul, bisa sejalan juga dengan peningkatan kesadaran baru atau disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan, khususnya karantina mandiri.

“Tentu harapan kita, dengan kesadaran baru itu tidak perlu karantina lagi sebenarnya, tapi karantina sendiri di rumahnya. Tapi kalau disiplin inshaAllah kita akan memberikan kelonggaran lah kepada masyarakat untuk melakukan cell protection,” harapnya.

“Melindungi diri sendiri, dan keluarganya supaya tidak menularkan kepada orang lain. Itu yang ingin kita bangun dari new normal ini, sehingga upaya pemaksaan yang saat ini kita lakukan sebenarnya bagian untuk menciptakan budaya baru itu,” tutupnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed