oleh

Sempat Gejolak, Biaya Rapid Test di Bulungan Dinilai Kemahalan

TANJUNG SELOR – Sebagai salah satu syarat untuk warga keluar daerah adalah memiliki surat sehat disertai rapid test. Pemkab Bulungan pun menyiapkan Rumah Sakit Daerah Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor sebagai tempat untuk mendapatkan surat itu.

“Saat ini tinggal menggodok dasar hukumnya biar rumah sakit yang menentukan biayanya. Yang jelas tes rapid sebesar Rp 1 juta itu sudah tidak bisa dijalankan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan drg Imam Sujono kepada benuanta.co.id, kemarin.

Dirinya berharap di hari Selasa atau Rabu mendatang, masyarakat sudah bisa mencari surat kesehatan di RSD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor dengan Rapid Non Reaktif. Tetapi khusus tujuan Jakarta salah satu syaratnya harus ada PCR negatif, kata dia Bulungan saat ini tidak bisa menyiapkan. “Se Kaltara pun tidak bisa, berarti masyarakat sendiri mencari kalau mau ke Jakarta,” jelasnya.

Baca Juga :  NIK Jadi NPWP, KP2KP Tanjung Selor Sosialisasikan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan 

Sempat diterapkan harga rapid test sebesar Rp 1 juta, namun di masyarakat menimbulkan gejolak. Sehingga untuk biaya pemeriksaan rapid test pun dicabut. Padahal biaya itu di Tarakan berlaku, dan masyarakat pun mampu memenuhinya.

“Saya pertanyakan kenapa harga segitu berlaku di Tarakan. Padahal kalau tetap diterapkan pasti masyarakat patuh untuk tidak keluar daerah,” ucapnya.

Baca Juga :  Hindari Banjir, Dinas PUPR Bulungan Turunkan Tim Burat Keruk Parit

Tapi dengan tidak adanya rapid test pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, beban petugas sedikit berkurang. Sehingga warga yang sempat terbantukan untuk mendapatkan tes secara cepat, kini harus mencari sendiri dengan mendatangi rumah sakit.

“Sudah diputuskan Bupati, bagi masyarakat ingin melakukan perjalanan antar kabupaten atau provinsi yang disertai rapid non reaktif dan surat kesehatan itu mencarinya di rumah sakit,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  KSBSI Bulungan Tolak UMK 2022, Buruh Minta Kenaikan 10 Persen

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Berkaitan dengan surat rapid tes, saya setuju jika untuk biaya dikurangi/diringankan, kasihan untuk masyarakat/mahasiswa yang hendak kembali ke tujuan perkuliahan dalam mengurus berkas baik mahasiswa baru ataupun yang sedang menyusun skripsi,mohon pemkab juga membantu untuk mahasiwa agar diringankan biaya perjalanannya dan tdk perlu byk persyaratan.

    Untuk pak Gubernur Kaltara dan Bupati Bulungan,mohon kebijakannya. Dan kami mahasiswa berharap semua moda transportasi segera berjalan, karna ekonomi masyarkat juga sudah menipis, tidak bisa hanya berharap dgn bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah/setempat.

    Terima kasih 🙏

  2. Nominal pembayaran 1 juta mau kasih makan kamu saja..memang rakyat Kaltara orang kaya semua..busyet..