oleh

Sudah 3 Bulan Rutan Polres Bulungan Tidak Bisa Ngirim Napi ke Lapas Nunukan

TANJUNG SELOR – Dampak Pandemi Covid-19 ini, membuat pengiriman narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Nunukan tidak dapat dilaksanakan. Selain karena pembatasan untuk keluar daerah, juga untuk mencegah agar tidak tertular virus Corona.

“Dengan jumlah tahanan kita saat ini mencapai 167 orang, normalnya menampung 120 orang. Ita sudah over capacity,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasat Tahti Polres Bulungan IPDA Kasto kepada benuanta.co.id, Selasa 26 Mei 2020.

Kelebihan tahanan ini karena dari 167 orang tersebut harus berdesakan di dalam 12 ruangan yang tersedia. Jika normalnya bisa menampung sebanyak 10 orang saja, namun dalam 1 ruangan harus menampung sebanyak 14 sampai 15 orang. “Normalnya hanya 10 orang tapi yang ada saat ini mencapai 15 orang 1 sel,” jelasnya.

Sejak Februari pengiriman sudah tak lagi dilakukan, sehingga membuat kapasitas ruangan dalam rutan Polres Bulungan meningkat. Biasanya pengiriman rutin tiap bulan bahkan terkadang 2 kali, namun sampai bulan Mei ini belum pernah terlaksana.

“Untuk pengiriman ke Lapas itu biasanya setiap bulan, hanya saja selama Pandemi Covid-19 ini belum ada pengiriman ke Lapas Nunukan,” ucapnya.

Bahkan saat ini Lapas Nunukan sudah tidak menerima karena alasan Covid-19. Kata dia, sekali pengiriman bisa mencapai 25 hingga 30 orang bahkan 40 orang. “Tapi rata-rata 25 orang, sejak bulan Februari sudah tidak ada pengiriman,” bebernya.

“Tujuan kita hanya Nunukan sesuai MoU yang ditunjuk oleh pusat. Kalau ke Rutan Berau itu dibawah 1 tahun baru bisa,” sambungnya.

Kasto mengatakan, dominan kasus yang ditahan masih 80 persen kasus narkoba, kisaran ada 120 sampai 130 orang. Saat ini yang sudah mendapatkan putusan tetap atau ingkrah dari pengadilan yang ditampung ada 92 orang.

“Sisanya itu akan sidang dari jaksa ke pengadilan dan dari Polres limpahkan ke Kejaksaan,” tuturnya.

Untuk jenis kelamin tahanan di rutan Polres Bulungan kebanyakan laki-laki mencapai 156 orang. Kemudian tahanan perempuan sebanyak 11 orang. “Untuk tahanan anak saat ini belum ada kita tangani,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed