oleh

Strategi Tracing Diubah, Fokus Sasar Lansia

NUNUKAN – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan telah mengubah strategi tracing sejak Nunukan ditetapkan sebagai zona merah dan transmisi lokal. Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, Aris Suyono, Selasa 26 Mei 2020.

“Kita menjalankan strategi saat ini adalah surveilans aktif dan pantau kesehatan lansia,” kata Aris Suyono.

Pantauan screening hanya difokuskan pada titik-titik di mana ada pelaku perjalanan dari luar Nunukan. Sehingga ada perubahan titik screening, yang tadinya ada 19 titik di Kabupaten Nunukan, kemudian berubah menjadi 13 titik se-Kabupaten Nunukan.

“Kita juga menyerahkan sebagian kebijakan di tingkat kecamatan, berdasarkan keputusan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kecamatan,” jelasnya

Aris Suyono mencontohkan kebijakan yang bisa dilakukan oleh tingkat kecamatan, ketika masih ada kecamatan yang menganggap penting untuk diadakan screening di titik tertentu, tentu tidak dilarang walaupun tanpa ada tenaga kesehatan puskemas yang ada.

Sedangkan untuk pantau kesehatan lansia, ada beberapa kegiatan yang dikerjakan oleh tim gugus Covid-19, yang melaksanakan kegiatan kunjungan kepada lansia sebagai sasaran. Selain ssbagai monitoring kesehatan lansia, juga memberikan edukasi seputar Covid-19 kepada lansia dan keluarga. “Kita lanjut kondisi pemeriksaan Lansia,” terangnya.

Bukan sekadar kunjungan monitoring kesehatan lansia dan memberikan edukasi, tetapi juga dilanjutkan dengan surveilans aktif, yang akan dilaksanakan telusur di sekitar lansia.

“Ketika kita mendapatkan gejala ISPA, termasuk pneumonia ringan maupun berat, kita akan langsung melakukan pemeriksaan rapid test. Ini kita laksanakan di sekitar lansia,” bebernya. (*)

 

Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed