oleh

Biaya Perawatan 1 Pasien Covid-19 Lebih Rp 100 Juta, Dikalikan 44 Pasien di Tarakan?

TARAKAN – Beragam upaya pemerintah untuk mengatasi atau setidaknya meredam penyebaran Covid-19 yang saat ini telah menjadi pandemi global. Misalnya saja, lockdown atau PSBB yang sudah diterapkan di sejumlah wilayah di tanah air, termasuk Tarakan.

Namun segala bentuk upaya pencegahan tersebut tak membuahkan hasil, jika tak adanya kerja sama dari warga untuk menaati protokol pencegahan. Seperti penerapan physical maupun social distancing yang jika diabaikan kemungkinan besar berimbas terhadap peningkatan kasus baru semakin diatas angin.

Terlebih, Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes berharap agar kesadaran masyarakat untuk taat menahan diri, dan tak menganggap remeh virus tersebut. Sebab, dalam penanganan kasus ini, biaya yang dikeluarkan negara untuk satu pasien saja bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya tanya direktur rumah sakit tadi, biayanya rata-rata satu pasien itu di atas Rp 100 juta,” ujar dr. H. Khairul, M.Kes kepada benuanta.co.id, Kamis (21/5/2020).

“Jadi kalau kita rawat itu kasus 44 pasien, dan 7 yang sembuh. Total sekarang ada 37 pasien, dikalikan Rp 100 juta, ya itu lah kira-kira total biaya yang dikeluarkan untuk merawat. Jadi kalau dirawat tidak sembuh-sembuh, tambah panjang juga biayanya, dan itu uang negara semua,” tambahnya.

Dalam melakukan diagnosa untuk mengetahui postif atau negatifnya seseorang terhadap Covid-19, biaya yang dikeluarkan untuk alat konversi berupa cartridge untuk mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mendeteksi Covid-19 ini berkisar Rp 400 ribu per orang untuk sekali tes

“Satu pasien satu cartridge itu Rp 400 ribu sekali tes, dan untuk memastikan positif atau tidak itu butuh dua kali pemeriksaan. Berarti satu orang saja untuk periksa sudah Rp 800 ribu. Setelah itu dia dirawat pakai biaya negara, sampai dinyatakan sembuh atau tidak sembuh harus diperiksa lagi minimal 2 kali, biaya Rp 800 ribu lagi. Kalau masih positif rawat lagi, dua minggu kemudian periksa lagi, begitu seterusnya sampai hasil tes menunjukan negatif,” terangnya.

“Ada yang mulai tanggal 3 April kita rawat sampai sekarang belum keluar-keluar. Tapi kembali lagi bahwa untuk bisa sembuh memang harus disiplin untuk melakukan apa yang sudah ditetapkan petugas medis. Begitu pun masyarakat yang saat ini masih sehat, kita minta supaya ikuti protokol pencegahan,” tutupnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed