oleh

Soal Pelonggaran PSBB Tarakan, Begini Penjelasan Walikota

TARAKAN – Meski mengalami penurunan kasus Covid-19 sejak diterapkanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tarakan. Walikota Tarakan, dr Khairul M Kes tak mau terburu-buru melonggarkan aturan-aturan PSBB.

Terlebih jelang perayaan Idul Fitri 1441 hijriah/2020 masehi, yang hanya menyisakan sepekan lagi. “Lebaran (bisa normal) kalau menurut saya itu terlalu berjudi. Tapi InsyAllah setelah Juni, kita lihat perkembangan termasuk dari luar, misalnya nih mohon maaf episentrum di Jawa dan Makassar khususnya sudah turun juga. Tentu kita akan berani memperlonggar lah istilahnya,” ujar dr. H. Khairul,M.Kes kepada Benuanta.co.id.

“Yang pasti itu ASN sudah mulai kerja mungkin, itu dulu yang pasti karena kontaknya tidak terlalu banyak, dan pekerja lain. Setelah itu mungkin rumah ibadah, boleh beribadah lagi. Dan terakhir sekolah-sekolah, karena anak-anak ini kita pertimbangan mengenai perilaku, kerentanan. Tapi itu nanti kita bahas di Satgas Covid-19 untuk dibuka pelan-pelan ya,” sambungnya.

Baca Juga :  Daftar Khatib Jumat 24 September di Masjid Wilayah Tarakan

Sebab, hal ini dinilai penting guna menghindari terjadinya euforia masyarakat yang akan kembali berbaur dan menganggap penyebaran Covid-19 sudah selesai.

Jika demikian tentu bisa berakibat fatal, lalu memicu terjadinya peningkatan kasus baru. Apalagi, seperti yang diketahui penyebaran Covid-19 di Tarakan juga ada dari transmisi lokal.

“Tapi kami sampai 30 Mei, artinya sampai selesai lebaran itu kita masih ketat (PSBB). Sehingga nanti kita mau bikin edaran supaya tidak ada open house lah di pejabat-pejabat kita terutama. Silahturahmi, ya kepada keluarga-keluarga inti saja. Atau cukup bikin (ucapan) Whatsapp, atau video call,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelaku Diduga Melakukan Penikaman Sebelum Berlabuh di Beringin 4 

“Ini kan (PSBB) bagian dari antispasi kehati-hatian kita. Karena menurut saya, sekarang ini kita berkorban dulu. Setelah itu mudah-mudahan bulan Juni kita bisa longgarkan. Harapan kami seperti itu. Kalau kita lihat ini memang kasusnya mudah-mudahan bisa,” tutupnya. (*)

Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed