oleh

Karantina Diserahkan ke Desa, Wabup KTT Minta Warga Tidak Menghakimi

TANA TIDUNG – Beberapa hari terakhir, karantina untuk pelaku perjalanan dan lainnya diserahkan kepada masing-masing desa yang ada di wilayah Kabupaten Tana Tidung (KTT). Tentunya hal ini menyebabkan kekhawatiran masyarakat karena kini lokasi karantina berdekatan dengan pemukiman warga.

Selain karena lokasi karantina yang berdekatan, masyarakat juga merasa khawatir jika peserta karantina melakukan aktivitas di luar posko karantina untuk membeli makanan atau bahkan sekadar membeli pulsa.

Menanggapi rasa khawatir masyarakat tersebut, Wakil Bupati Tana Tidung, Markus SE menyampaikan bahwa penyerahan karantina dari kabupaten kepada desa hanya sementara untuk memberikan kesempatan libur kepada tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19.

“Selain itu, jumlah petugas kita terbatas, dari ASN hingga TNI dan Polri yang ada di KTT sedikit. Jumlah yang dikarantina di desa juga tidak banyak, pos karantina yang di Sesayap Hilir juga baru ditutup 2 hari sebelum lebaran. Harapannya ya tidak ada penambahan lagi dan akan dibuka lagi setelah lebaran,” jelas Markus.

Markus juga menyampaikan, anggaran untuk keperluan karantina seperti konsumsi akan menggunakan anggaran dana desa. Pergeseran anggaran tersebut juga telah diperbolehkan.

“Untuk keperluan karantina itu menggunakan anggaran dana desa, sudah diperbolehkan juga oleh menteri untuk menggeser dana tersebut untuk keperluan penanganan covid-19,” terang Markus.

“Dan untuk masyarakat KTT, kita boleh waspada, itu hal yang wajar. Namun kita tidak boleh menghakimi peserta karantina atau menjauhi. Jaga jarak boleh, wajib bahkan. Ayo kita bersama-sama melawan covid-19, salah satu caranya dengan tidak mengembangkan stigma di masyarakat kita, ingat corona ini bukan aib,” ujar Wakil Bupati, Markus SE.(*)

Reporter : Herdiyanto Aldino Bachri
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed