Hujan Deras dan Tanah Longsor, Rumah Yasrib Berpotensi Jatuh ke Tebing

TARAKAN – Warga RT 34, Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah, dikejutkan dengan tanah longsor pada Rabu pagi, 6 Mei 2020.

Sejak Selasa dinihari cuaca memang kurang bersahabat. Sejak malam hingga pagi hari, hujan terus mengguyur Tarakan. Bahkan, sekira pukul 05.00 WITA suara petir menggelegar di langit Tarakan.

Akibat durasi hujan cukup lama, terjadi longsoran tanah di RT 34, Kelurahan Sebengkok. 3 rumah terdampak walaupun tidak mengalami kerusakan yang parah. Namun, rumah pak Yasrib di atas tebing berpotensi jatuh ke jawab pasca longsoran di depan rumahnya.

“Hujan beberapa hari lalu sudah ada tanda-tanda mau anjlok di depan rumahnya, sudah dipasak kayu laut, tadi malam hujan deras anjlok turun ke bawah,” ungkap Ketua RT 34, Kelurahan Sebengkok Salim.

Baca Juga :  Tokoh Agama dan Ormas Deklarasikan Kamtibmas Selama Ramadan di Tarakan

Menurut Salim, tekstur tanah di tempat terjadinya longsoran seperti tebing. Di bawah tebing terdapat 2 rumah terkena longsoran bagian belakangnya.

“Ada 2 rumah terkena, kerusakannya mendekati WC dan parit hancur, depan rumah pak Yasrib yang parah kurang sedikit rumahnya bisa terikut,” jelasnya.

BPBD dan pihak Kelurahan Sebengkok telah mendatangi lokasi pada Rabu pagi. Terlihat juga petugas dari Babinsa dan Babinkamtibmas ke lokasi.

“Kurang satu meter jatuh sudah, ini survei dulu dari BPBD dan kelurahan, karena tanah masih basah belum bisa digerakkan dulu,” ujar Salim.

Baca Juga :  Kemenag Tarakan Tetapkan Zakat Fitrah Ramadan 1447 H, Ini Besarannya

Salim menilai sebagian wilayah RT 34 ini rawan terjadi longsor karena tekstur tanahnya. Apalagi lanjutnya, tidak dibangunnya parit membuat air yang mengalir dari atas gunung membuat air tak memiliki arah pembuangan.

“Memang rawan ya. Dulu pernah minta dibuatkan parit (hingga kini belum  ada). Kalau ada parit tendangan air ke bawah tidak begitu, sejak ada jalan aspal di atas air terkucur deras saat hujan dari arah kemana mana jadi satu disitu,” terang Salim.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Fasilitasi Sengketa Lahan Kelurahan Lingkas Ujung, Ahli Waris Siap Hibahkan Tanah ke Pemkot

“Perlu ada parit, itu saja, karena di bawah sana ada parit (perlu penghubung parit di atasnya). Sebenarnya tahun ini kita dapat karena ada Covid-19 dialihkan (anggarannya), harusnya bulan ini pelaksanaan tapi berhubung ada ini gagal, semenisasi, parit harusnya dapat,” tandas Salim kepada benuanta.co.id.

Rohmat, pemuda Karang Taruna Sebengkok menuturkan informasi tanah longsor diperoleh sekira pukul 08.30 WITA. Ia pun langsung mendatangi lokasi terjadinya tanah longsor. “Saya info dari pak RT 34 saya langsung cek ke lokasi,” tuturnya.(*)

Reporter: Ramli
Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *