oleh

Kaltara Inflasi Sebesar 0,13 Persen Selama April 2020

TANJUNG SELOR – Di bulan Mei ini Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara kembali merilis data inflasi dan deflasi. Terlihat dari 2 daerah menjadi acuan, Provinsi Kaltara mengalami inflasi sebesar 0,13 persen di bulan April 2020.

“Kota Tarakan mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dan Kota Tanjung Selor mengalami deflasi sebesar -0,17 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Kaltara Eko Marsoro kepada benuanta.co.id, Senin 4 Mei 2020.

Kemudian dari 90 kota pantauan indeks harga konsumen (IHK) nasional, pada bulan April 2020 ada 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terdapat pada Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 0,88 persen dan inflasi terendah pada Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur sebesar 0,02 persen.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kaltara Harap Kaum Milenial Melek Digitalisasi

“Deflasi tertinggi terdapat di Kota Pangkal Pinang sebesar -0,92 persen dan deflasi terendah terdapat pada Kota Bogor sebesar -0,02 persen,” jelasnya.

Dia mengatakan inflasi di Kaltara untuk gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor, itu dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,30 persen.

Lalu dari kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,96 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen, kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,05 persen.

Baca Juga :  Polda Kaltara Atensi Tindakan Vaksin Berbayar dan Pemalsuan PCR 

“Kemudian dari kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,00 pesen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,00 persen. Lalu kelompok pendidikan sebesar 0,00 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,00 persen,” sebutnya.

Sedangkan untuk deflasi dipengaruhi oleh penurunan indeks pada kelompok transportasi sebesar -1,82 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,88 persen. (*)

Baca Juga :  UMKM di Malinau Dinilai Tumbuh Sehat, Ini Kata Pelaku UMKM

 

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *