TARAKAN – Bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19 masih terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.
Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes mengatakan, Bantuan Sosial (Bansos) terhadap masyarakat terdampak selama masa pandemi Covid-19 juga hampir mengecover seluruh masyarakat, dan akan terus berlanjut.
Pemkot sendiri telah membagikan bansos sebanyak 6.667 KK. Sedangkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) sudah diberikan kepada lebih dari 6.000 KK, ditambah perluasan sembako yang kurang lebih mencapai 4.000 KK, dan Kartu Pra-kerja 4.000 KK. Serta1.700 lebih KK bantuan dari Pemprov Kaltara.
“Jadi sudah 20 ribu KK lebih yang sudah tercover. Itu sudah hampir separuh dari masyarakat Tarakan. Tapi itu masih ada lagi daftar tunggu sebanyak 3.600 KK lebih, yang sedang kita verifikasi jangan sampai double dengan bantuan yang lain,” ujar dr. H. Khairul, M.Kes kepada Benuanta.co.id, Senin (4/5/2020).
Hingga saat ini tak jarang pula masyarakat kebingungan untuk mengurus agar mendapatkan bantuan. Namun orang nomor satu di Tarakan ini menjelaskan, bahwa untuk pelaku usaha UMKM yang terdampak bisa mendaftar dan diverifikasi oleh Disperindagkop Tarakan.
Sedangkan untuk sektor pariwisata. Baik salon, restoran, cafe, dan hotel yang terpaksa harus mengurangi karyawan sudah diusulkan Pemkot untuk Kartu Pra-kerja. Begitu pun dengan Onjek Online (Ojol), taksi konvensional, speedboat yang tak boleh berlayar bisa mendafar ke Dinas Perhubungan.
“Kalau masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori itu. Misalnya, guru mengaji, imam dan marbot atau pengurus rumah ibadah lainya ini mendaftarnya di Kementerian Agama. Kalau untuk masyarakat umum itu mendaftar di RT masing-masing,” jelasnya.
Selain tidak adanya penerbangan, dan karantina tidak banyak. Hal itu yang membuat agar bantuan sembako disalurkan kepada masyarakat terdampak.
“Ada sih juga beberapa dari kabupaten lain yang masuk ke sini, itu yang kita karantina 14 hari. Makanya kemarin kita diskusi, supaya sembako yang ada ini kita bagikan kepada masyarakat terdampak,” tutupnya. (*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky








Saya dari balikpapan sdh 2 minggu cari pekerjaan nggak ada walaupun buruh sekalipun sy nggak pegang uang sama sekali sempat buka puasa hanya dengan air nggak makan ada makan mie itupun d beri sesama kost mohon solusinya