oleh

Bupati Laura Bantu Rp 20 Juta Setiap Pengurus Mahasiswa di Luar Daerah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan setelah memberi paket bantuan kepada masyarakat terdampak covid-19, juga bergerak cepat memberikan bantuan kepada mahasiswa Kabupaten Nunukan yang saat ini masih berada di luar daerah.

Sudah 5 pengurus mahasiswa Kabupaten Nunukan yang mendapatkan bantuan saat ini. Di antaranya pengurus mahasiswa Kabupaten Nunukan di Makassar, Samarinda, Malang, Tarakan, dan Yogyakarta.

Jika bantuan yang diberikan kepada masyarakat berbentuk paket sembako, maka bantuan untuk para mahasiswa diberikan  alam bentuk uang tunai sebesar Rp 20 juta untuk masing – masing pengurus mahasiswa. Uang bantuan tersebut selanjutnya akan dikelola dan disalurkan oleh pengurus mahasiswa kepada para anggotanya.

Baca Juga :  Ketua IDI Kaltara: Air Kelapa Menghilangkan Efek Vaksin, HOAX!

Gerak cepat Pemerintah Kabupaten Nunukan ini adalah untuk meminimalisir dampak penyebaran covid-19 bagi masyarakatnya, termasuk para mahasiswa yang saat ini merasa resah karena tidak bisa pulang.

Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid mengaku sangat memahami kesulitan para mahasiswa yang tidak bisa pulang di tengah pandemi covid-19 saat ini. “Mereka (para mahasiswa, Red.) ini kan sangat tergantung dari uang kiriman para orangtuanya, sehingga jika kondisi ekonomi orangtuanya di Nunukan terganggu akibat penyebaran wabah ini, maka secara otomatis keuangan mereka pun ikut terganggu. Sehingga sudah sepatutnya kita memberikan bantuan kepada mereka,” kata Bupati Laura, Sabtu (2/5/2020).

Baca Juga :  PTM Digulirkan, Siswa SDN 012 Desa Binusan Dalam Kunjungi Perpustakaan

Bupati melanjutkan, meskipun nilainya tidak terlalu besar, ia berharap bantuan yang diberikan oleh pemerintah tersebut mampu memenuhi kebutuhan hidup para mahasiswa hingga berakhirnya penyebaran wabah ini.

“Bantuannya sudah berhasil ditransfer kepada masing-masing pengurus mahasiswa hari ini. Saya berharap bantuan ini secepatnya bisa disalurkan sehingga meringankan beban adik-adik mahasiswa kita yang terpaksa tidak bisa pulang karena covid-19,” imbuhnya. (*)

Baca Juga :  Berlayar Selama 99 Hari, KRI Bima Suci Kembali Berlabuh di Tarakan

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. 20 juta? Jika di kalikan dengan jumlah kami mahasiswa/i kabupaten nunukan yang ada di yogyakarta mungkin hanya bisa terbagi 50 ribu per 1 mahasiswa, bisa jadi lebih sedikit dari 50 ribu itu. Kabupaten lain dalam menanggapi bantuan seperti ini, memberikan per 1 mahasiswa sejumlah 1 juta, bahkan ada yang sampai 1,8. Bukannya kami tidak senang dengan bantuan senila 20 juta tersebut. Kami sangat senang. Hanya saja dengan jumlah sebesar itu apakah cukup untuk membantuk kami yang berada di yogyakarta? Jumlah kami yang hampir sampai 200 orang disini jika dikalikam dengan 20 juta mungkin hanya mendapatkan 50 ribu untuk satu orang. Apakah 50 ribu cukup? Saya rasa cukup untuk beli mie dan telor. Untuk beli masker dan antibiotik dan lainnya pakai uang kami sendiri? Logis? Tapi ngak ppalah. Terima kasih atas bantuannya. Kami sangat berterima kasih atas bantuan tersebut.

  2. Bagaimana yang berkuliah di Bali…dibali tidak ada pengurus mahasiswa seperti yang disebutkan

News Feed