Pria Ini Terkapar di Pinggir Jalan, Warga Pun Takut Mendekat, Ternyata Ini Penyebabnya

TARAKAN – Seorang pria berusia 60 tahun ditemukan terkapar di pinggir jalan Mulawarman sekitar pukul 8.40 wita. Diduga sempat jatuh dari motor, Jumat 1 Mei 2020.

Komandan Satpol PP Tarakan, Hanip Matiksan mengatakan, pria tersebut ditemukan terkapar di jalan, menurut saksi jatuh dari motor dan tidak sadarkan diri.

“Dari laporan petugas Satpol PP di lapangan, pria tersebut sebelumnya jatuh dari motor dan langsung terbaring di pinggir jalan,” ujarnya saat diwawancarai lewat telepon genggam, Jumat 1 Mei 2020.

Baca Juga :  Jelang Imlek 2026, Warga Tionghoa Mulai Padati Kelenteng

“Tim kami segera menghubungi call center untuk mengevakuasi dan akhirnya pria tersebut dijemput oleh ambulan dari Basnaz,” tambahnya.

Hanip menjelaskan, pria tersebut merupakan pegawai dari Basnaz dan dijemput dengan ambulan Basnaz sekitar pukul 09.00 wita. Belum diketahui jelas identitas lengkap pria tersebut.

“Keluarganya juga sempat datang 2 orang, namun belum bisa dievakuasi, sesuai peraturan, tim yang menggunakan APD lengkap melakukan proses evakuasi,” terangnya.

“Saat ini masih belum diketahui penyebab pria tersebut terkapar, sekarang dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT),” tutupnya.

Baca Juga :  Dorong Percepatan Pembangunan Wilayah Utara, DPRD Tarakan Kawal Proyek Multiyears Dinas PU

Sementara itu, Sekretaris BAZNAS Tarakan, Iwa Dewandaru SE mengatakan, pria bernama Ir. Kadri tersebut bertugas sebagai koordinator Data Mustahik Tarakan. Menurutnta, beliau memang pekerja keras dan usia sudah lebih 60 tahun. Informasi yang diperolehnya, pria tersebut sering buka dan sahur hanya dengan kurma, sehingga kondisi badannya drop.

“Salah satu staf Baznas, Alhamdulillah hasil  tes Lab paru-paru bagus, insyaAllah bisa segera pulang,” tuturnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Tarakan Catat 86.487 Layanan Adminduk Sepanjang 2025

Pria akrab disapa Iwa ini menegaskan, Ir. Kadri keluarganya bukan dalam kondisi kekurangan sehingga hanya makan kurma. Sebab selama bekerja di BAZNAS dinilai berkecukupan. Namun karena terlalu memforsir tenaga untuk bekerja sehingga sampai drop.

“Apalagi usianya sudah di atas 60 tahun. Kemudian beliau juga pekerja keras, sementara asupan makanan sedikit jadi kurang berimbang,” terangnya.(*)

 

Reporter : Matthew Gregori Nusa.
Editor : M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *