oleh

Menikah di Tengah Pandemi Covid-19, Tiga Catin Positif Narkotika Usai Tes Urine

NUNUKAN – Tes urine merupakan salah satu persyaratan calon pengantin untuk melaksanakan pernikahan di Kabupaten Nunukan. Hal itu tetap dilaksanakan walau di tengah pendemi wabah virus Corona atau Covid-19, oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan.

Disampaikan Kepala BNNK Nunukan, Kompol Lamuati, S.H, sejak pelaksanaan tes urine di tengah wabah Covid-19 terhadap calon pengantin (cantin), ada beberapa hasilnya yang positif. Yang mana BNNK tetap akan mengeluarkan surat hasil pemeriksaan ke Kantor Urusan Agama (KUA). Catin akan melaksanakan pernikahan di KUA, namun sebagai komitmen bersama, bagi orang yang menggunakan narkotika dalam hal korban dan pecandu, wajib dilakukan rehabilitasi.

Baca Juga :  Keberangkatan Jemaah Umroh akan Melalui Satu Pintu

“Dari hasil pemeriksaan tes urine catin ini, selama Wabah Covid-19 ada tiga orang positif, dua laki-laki dan satu perempuan,” kata Lamuati kepada benuanta.co.id, Jumat (1/5/2020).

Berdasarkan hasil wawancara tim BNNK kepada beberapa catin yang positif, mereka menggunakan narkotika tidak pada saat mengkonsumsi obat dari dokter atau apotek. “Yang bersangkutan mengakui menggunakan narkotika,” jelasnya.

Baca Juga :  Tergantung Kualitas, Harga Rumput Laut di Nunukan Kian Melonjak

Bagi Catin yang positif akan dilakukan dua tahapan asesmen berupa medis dan hukum, untuk medis adalah dengan tujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan dan yang bersangkutan diwajibkan untuk melaksanakan rehabilitasi rawat jalan. Catin akan mendapatkan sanksi yaitu akta nikah akan diberikan setelah menjalani rawat jalan dan programnya dinyatakan selesai dilaksanakan. Akta nikah akan ditahan di KUA dan diberikan setelah ada bukti surat keterangan dari BNNK selesai menjalani rehabilitasi.

Baca Juga :  Begini Jenis dan Tipe Patok di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Sedangkan asesmen hukum sendiri untuk mengetahui dari mana orang ini membeli narkotika, dari jaringan mana, dengan cara apa, sehingga bisa dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut, agar jaringan sindikat narkoba bisa  terungkap.

Tercatat di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Nunukan, calon pengantin di tahun 2019 sebanyak 13 orang positif narkotika. Sementara tahun 2020 ini hingga 17 April sebanyak 8 orang. (*)

Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *