oleh

Gugus Tugas Nunukan Kirim 25 Sampel Swab Baru

NUNUKAN – Sebanyak 25 sampel swab kembali diambil dari pasien di RSUD Nunukan. Pengambilan tersebut merupakan terbanyak dan akan dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta.

Dikatakan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono, 25 sampel swab itu terdiri dari 14 orang pemantauan kesembuhan, 11 sampel swab dari diaknosa Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Mulai minggu ini ada dua kali penerbangan di hari Rabu dan Ahad, sedangkan untuk hari Rabu yang terkoneksi dengan Surabaya. Dalam artian hasil sampel swab akan kita kirimkan ke balai besar laboratorium kesehatan (BBLK) Surabaya, sedangkan Ahad akan terkoneksi ke Jakarta dan tentunya untuk pengiriman ke balai teknik Kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit Jakarta,” kata Aris, Jumat (1/6/2020).

Baca Juga :  1.000 Dosis Vaksin Jenis Sinovac Disuntikan kepada Warga Sebatik

Selain itu Aris Suyono juga menyatakan, telah menyelesaikan pemantauan terhadap beberapa klaster, untuk klaster Magetan berdasarkan laporan di lapangan ada 25 orang yang terpantau dengan hasil Rapid test negatif.

Sedangkan untuk klaster Langap atau Malinau di Krayan didapatkan ada 11 orang, dan hingga hari ini masih dalam pemantauan. Sudah di rapid test 10 orang dan didapat 2 orang positif dan telah dilanjutkan pengambilan swabnya, sedangkan di Mansalong ada 5 orang, Nunukan 5 orang dan telah dilakukan Rapid test dengan hasil negatif.

Baca Juga :  Lanal Nunukan Berikan 700 Dosis Vaksin AstraZeneca bagi Masyarakat

“Banyaknya permintaan pemeriksaan rapid test, terutama yang sudah kita jumpai dari karyawan perusahaan, termasuk pelaku perjalanan yang berpergian menggunakan pesawat. Untung pemeriksaan rapid test hanya untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kontak erat dengan kasus konfirmasi positif, ODP, PDP dan kita utamakan juga untuk penderita ispa baik penomoni ringan maupun berat,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Ingin Adanya Pembiaran Kasus Pidana, Pengacara NS Akan ke Polda Kaltara

Lanjut dia, pihaknya tidak menerima permintaan jika tidak sesuai dengan kriteria, baik di rumah sakit maupun di puskesmas. Pemeriksaan rapid test bukan metode diaknosa pasti Covid-19, namun ini sangat membantu untuk menilai risiko sekaligus skrining awal, untuk memilah yang terinfeksi, terpapar dan kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Jangan terburu-buru kita menilai rapid test positif itu sudah pasti Covid-19 itu belum tentu benar,” tegasnya. (*)

 

Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed