oleh

Pemeriksaan Swab di BBLK Surabaya Terhambat, Bupati Malinau Minta Pemprov Segera Cari Solusi

ADAKAN ALAT SWAB SENDIRI, BUPATI YANSEN: PROSESNYA RUMIT

MALINAU – Malinau menjadi salah satu daerah transmisi lokal yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI bersama daerah lain di Kaltara. Meski demikian, jumlah kasus positif virus Corona (covid-19) di Malinau terbilang lebih kecil dibanding daerah lain di Kaltara yang telah terpapar virus ini, yakni 13 orang hingga Kamis 30 April 2020.

Bupati Malinau, Dr. Yansen TP. M.Si berharap tidak ada penambahan lagi di Malinau. Untuk itu, dirinya tak henti-hentinya menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar disiplin menjaga kesehatan dan melakukan isolasi mandiri guna mencegah penyebaran covid-19.

Baca Juga :  Gubernur Serahkan Bantuan Rp 50 Juta ke Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara

Selain itu, ada tantangan yang menurutnya saat ini mesti segera diambil solusi. Yakni terkendalanya penyampaian laporan hasil swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Keadaan inilah yang mendorong Bupati atau Walikota mau mengadakan alat swab sendiri. “Tapi sayang, liku-likunya yang membatasi usaha ini,” tutur Bupati Yansen TP kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Kapolda Kaltara Hadiri Upacara HUT TNI Ke-76, Ini Harapannya

Untuk itu Bupati Malinau 2 periode ini berharap agar Pemerintah Provinsi Kaltara bisa tanggap menyikapi keterlambatan ini. Apalagi penerbangan saat ini juga dihentikan akibat penerapan PSBB di sejumlah daerah, termasuk di Tarakan.

“Jujur ini menjadi permasalahan tersendiri. Jika hasil SWAB cepat mungkin penanganan kita juga menjadi lebih terkendali dan lancar,” jelas Bupati Yansen TP.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kaltara Harap Kaum Milenial Melek Digitalisasi

Yansen TP berharap, standar pengendalian covid-19 ini tetap maksimal dilaksanakan. Sehingga penyebarannya bisa dikendalikan.

“Jangan kendor. Tetap taati dan disiplin melaksanakan protokol corona di Wilayah Kabupaten Malinau,” pesannya kepada mayarakat Malinau.(*)

 

Reporter: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *