oleh

Di Tengah Wabah Covid-19, Gugus Tugas Imbau Waspada DBD

NUNUKAN – Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan akan menjalankan strategi ketika daerah sudah masuk zona merah. Yaitu penguatan suplemen aktif yang ada di masyarakat, yang akan memberikan perlindungan pada orang yang berisiko tinggi. Antara lain lanjut usia (Lansia) yang memiliki faktor deabetes, intervensi jantung maupun penyakit lainnya.

“Kita juga akan selalu meningkatkan kekuatan terutama karantina mandiri, karena faktor terbesar keberhasilan penyebaran virus adalah ketaatan pelaku karantina mandiri,” kata Aris Suyono, Rabu 29/4/2020)

Selain itu, imbauan protokol kesehatan yang telah disampaikan kepada masyarakat agar terus dilaksanakan. Namun, dalam situasi penanganan Covid-19, jangan sampai melupakan kondisi penyakit menular lainnya, seperti demam berdarah (DBD). Saat ini Kabupaten Nunukan telah memasuki musim hujan, dan jika dilihat perkembangan kasus demam berdarah 2019 lalu, puncak kasus terjadi pada bulan Mei, Juni dan Juli. Tidak  menutup kemungkinan ini bisa terjadi pada tahun 2020 ini.

Baca Juga :  Wagub Kaltara Perintahkan Rumah Sakit Pratama Sebuku Segera Dioperasikan

Untuk mencegah peningkatan kasus, maka masyarakat Kabupaten Nunukan yang saat ini banyak melakukan aktivitas di dalam rumah untuk selalu memperhatikan lingkungan di sekitarnya.

“Perhatikan sarang nyamuk di sekitar rumah kita, mari kita lakukan 3M+ yaitu menguras tempat penampungan air bersih, menutup tempat bait bersih, mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang menyebabkan genangan air dan lakukan penyegaran gigitan nyamuk,” jelasnya.

Baca Juga :  Sulit Mendapatkan BBM, SPBU di Jalan TVR Nunukan Ramai Diserbu Warga

Hal itu terlihat sederhana, namun ini adalah salah satu upaya untuk menekan peningkatan kasus demam berdarah. (*)

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *