oleh

Dinilai Mendesak, Ketua Fraksi Gerindra Juga Minta Pemprov Segera Beli Alat Tes Swab

TARAKAN – Desakan agar Pemerintah Provinsi Kaltara segera membeli alat tes swab kembali datang dari legislator DPRD Kaltara. Setelah sebelumnya Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris bahkan menyebut Pemprov Kaltara kurang serius mencegah penyebaran covid-19, kini Ketua Fraksi Gerinda juga meminta Pemprov Kaltara segera mengambil langkah tepat.

Dengan situasi saat ini yang akan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tarakan, maka jalur transportasi akan terputus di Kaltara. Sebab selama ini Tarakan menjadi daerah transit, semua perjalanan baik udara maupun laut atau sungai lewat Tarakan lebih dulu.

Baca Juga: Pemprov Dinilai Tak Serius, DPRD Kaltara Desak Pemprov Beli Alat Tes Swab

Sehingga jika PSBB diberlakukan, dipastikan akan menghambat pemeriksaan swab para pasien covid-19 di Kaltara. “Bagaimana Pemprov menangani pasisen yang semakin bertambah, alat swab adanya hanya di Surabaya. Kami di DPRD mendesak Pak Gubernur untuk segera menyediakan atau pengadaan alat swab. Karena alat ini tidak terlalu mahal, dengan kondisi saat ini yang sangat dbutuhkan, Pemprov harus segera membeli, Kaltara harus punya,” terang Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltara, Jufri Budiman kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  KM Savina Dikabarkan Tak Berizin, Angkut Penumpang Tanpa Syarat Vaksin dan Pengawasan

Menurut informasi yang diterima Jufri, beberapa waktu lalu salah satu provinsi di Indonesia sudah lebih dulu membeli alat tes swab tersebut. Harganya ditaksir sebesar Rp 9 miliar. Sehingga Kaltara juga diminta segera mengambil langkah yang sama.

“Anggaran penanganan covid-19 di Kaltara ini disediakan sekitar Rp 100 M, bisa disisihkan dari situ untuk penanganan covid-19. Jadi selain untuk menyiapkan bantuan untuk masyarakat seperti sembako, alat ini juga sangat dibutuhkan untuk masyarakat Kaltara,” jelasnya.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Luncurkan Care Center 165, Simplifikasi Rujukan Thalasemia dan Hemofilia serta Jurnal JKN

Pentingnya memiliki alat tes swab tersebut, lanjut pria yang juga menjabat Sekretaris Komisi III DPRD Kaltara ini, lantaran setiap hari jumlah ODP, PDP hingga yang positif covid-19 terus meningkat. Hingga Sabtu 25 November 2020 ini, jumlah positif covid-19 di Kaltara sudah 83 orang.

Kemudian dari sisi lainnya, masa karantina yang hanya 14 hari, otomatis harus diperpanjang lantaran proses pengujian swab yang memakan waktu lama. Ini lantaran Kaltara harus antre dengan provinsi lain menunggu hasil swab di laboratorium BBLK Surabaya. Hal itu akan diperparah dengan ditutupnya penerbangan di Tarakan lantaran penerapan PSBB. Sehingga saat ini harus dipikirkan kembali bagaimana mengirim dan menerima hasil swab dari BBLK Surabaya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesadaran Bayar Pajak, Bapenda Kaltara Sinergi dengan Satlantas Polres Tarakan

“Kalau pemprov serius, jangan dipikirkan pesawat, segera dibeli (alat tes swab) dan carter pesawa cargo. Itu juga bisa membantu masyarakat Kaltara mengangkut bahan-bahan yang dibutuhkan masyarakat, seperti sembako atau barang lain. Jadi jangan dipikir transportasi, carter pesawat,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya kembali mendesak Pemprov Kaltara segera membei alat tersebut dan segera mengomunikasikan dengan Gubernur Kaltara. “Saya mendesak Pemerintah Provinsi untuk segera membeli alat tersebut. Karena sudah urgent atau keharusan, tidak perlu ada perdebatan, tapi segera action. Senin depan kami paripurna akan membahas terkait ini,” tutupnya.(*)

 

Reporter: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed