oleh

Paguyuban Tionghoa Serahkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat di Karantina

TARAKAN – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Tarakan memberikan bantuan bahan pokok bagi warga yang menjalani masa karantina di Tarakan.

Bantuan kemanusiaan ini diserahkan PSMTI Kota Tarakan secara simbolis kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan sebagai bagian dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tarakan sebelum diteruskan ke bagian pengelola Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan, Senin 20 April 2020.

Berdasarkan data bahan pokok yang diserahkan PSMTI Tarakan kepada BPBD Kota Tarakan, diantaranya bantuan beras 10 ton, gula pasir 280 kg, minyak goreng 270 liter, mie instan 87 dus, air mineral 602 dus, vitamin 3.080 tablet, masker 1.000 lembar, daging ayam setengah ton, telur 2.000 butir, bumbu masakan dapur, dan bantuan lainnya.

Ketua PSMTI Kota Tarakan, Sujarwo Walimin menuturkan, bantuan bahan pokok ini untuk isolasi penumpang yang datang dari luar kota Tarakan. Menurut estimasi untuk kebutuhan dalam 14 hari ke depan dengan perkiraan jumlah yang di karantina hingga 3.000 orang yang disampaikan Pemkot Tarakan kepada PSMTI Kota Tarakan.

“Jadi, untuk keperluan logistik 14 hari, ada daftar keperluan sudah hampir terpenuhi semua, berkala kita akan berikan,” ungkap Sujarwo.

Baca Juga :  Hari Kedua Lost Contact, KM Subur Indah Belum Ditemukan

Bantuan dari paguyuban Tionghoa ini tidak dapat didrop sekaligus karena tidak ada tempat yang dapat menampungnya sehingga diserahkan secara bertahap.

“Sudah ada barangnya tinggal ambil dari tokonya, kita drop daging ayam 100 kg dulu, tadinya ada setengah ton. Keseluruhan barang yang diperlukan walikota ada disini, sudah di gudang, tinggal di distribusikan,” jelasnya.

“Bantuan ini dari warga Tionghoa yang ada di kota Tarakan, kita edarkan pemberitahuan tentang ini, jadi kita partisipasi. Kita bantu khusus orang yang di karantina, sesuai informasi yang kami terima” ujar Sujarwo.

Menurut Sujarwo, tidak ada kendala yang pihak PSMTI Kota Tarakan dapat pengumpulan bantuan sosial ini. Hanya saja, di tengah pandemi Covid-19, perekonomian lesu sehingga turut mempengaruhi daya penyumbang.

“Berat juga pak dapatkannya, perdagangan agak sepi, daya nyumbangnya agak kurang. Kita bersyukur banyak yang nyumbang beras, daging ayam, dan lainnya. Kendala tidak ada hanya lelah saja mengambil barang, ada yang dijemput, ada yang diantar,” ucapnya.

Baca Juga :  Demonstran Minta Polisi Tangkap Pelaku dalam Waktu Seminggu

“Harapan kita cepat selesai masalah covid ini, kalau ini reda ekonomi bisa jalan. Dengan ada ini diblok, yang sakit terpantau semua, otomatis aman usaha bisa berjalan, uang bisa berputar,” harap Sujarwo.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Tarakan, Yonsep mengatakan, sumbangan logistik dari paguyuban Tionghoa berupa bahan pokok akan diterima secara bertahap. Adanya bantuan ini sebagai penunjang operasional karantina dan tim yang menangani masalah Covid-19 di Tarakan.

“Yang mengelolanya Dinsos, yang menerima BPBD Kota Tarakan. Kami hanya sebagai penerima karena satu pintu, sesuai arahan pak walikota semua bantuan melalui satu pintu BPBD, kalau APD ke dinas kesehatan, kalau logistik ke dinas sosial,” jelas Yonsep.

“Sangat luar biasa, kami atas nama Pemerintah atau Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tarakan berterima kasih, karena hal seperti ini yang kita butuhkan saat ini,” tandasnya.

Ditambahkan Yonsep, tanpa bantuan masyarakat maupun komunitas pemerintah tentu tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu masyarakat lain yang membutuhkan.

“Sumbangan dalam skala besar baru ini, ada juga yang makanan dan minuman dalam bentuk kaleng di gudang kita dari yang lain. Dalam jumlah besar baru dari paguyuban Tionghoa, ini wujud keprihatinan masyarakat kepada kondisi kita saat ini,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Pelaku Pengeroyokan Berakhir Penikaman Berhasil Ditangkap

Grafis Bantuan Logistik PSMTI Tarakan:

1. Beras : 10 Ton
2. Daging ayam : 500 kg
3. Air mineral : 602 dus
4. Mie kering : 225 kg
5. Bihun : 200 kg
6. Mie instan : 87 dus
7. Minyak goreng : 270 liter
8. Kopi bubuk : 250 bungkus
9. Teh : 96 boks
10. Susu : 96 kg
11. Kecap manis : 169 kg
12. Gula pasir : 280 kg
13. Telur ayam : 2.000 butir
14. Miwon : 12 kg
15. Abon sapi : 317 bungkus
16. Sabun : 144 batang
17. Pop Mie : 4 dus
18. Gabin : 6 bungkus
19. Tisu : 20 dus
20. Mie telur : 40 bungkus
21. Kertas nasi : 13.700 lembar
22. Sendok plastik : 750 buah
23. Handuk : 15 lembar
24. Vitamin : 3.080 tablet
25. Masker : 1.000 lembar

Sumber data: PSMTI Kota Tarakan

 

Reporter: Ramli

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *