oleh

Pelabuhan Tengkayu I Belum Diterapkan Screening Kesehatan

TARAKAN – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tarakan akan melaksanakan screening kesehatan mulai Senin, 20 April 2020 bagi penumpang moda transportasi udara di Bandara Internasional Juwata Tarakan.

Tak hanya di bandara, screening juga nantinya akan dilaksanakan pada penumpang moda transportasi laut seperti di Pelabuhan Internasional Malundung dan pelabuhan kapal penyebrangan Feri di wilayah Juata Laut.

Screening kesehatan belum diadakan bagi penumpang speedboat di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan karena berbagai pertimbangan. Menurut Walikota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, penumpang di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan masih dinilai aman dari penyebaran Covid-19 karena penumpang hanya lokal Kaltara.

Baca Juga :  Amir Ditemukan Selamat Setelah Tersesat Mencari Lokasi Tambak

“(Pelabuhan Tengkayu I Tarakan) Itu yang belum, karena antar kabupaten kota kita anggap masih suasana terkendali,” terang Khairul.

Namun, lanjut dr. Khairul, tergantung perkembangan ke depan, bisa saja screening kesehatan dilakukan di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan bila wilayah transmisi lokal terus berkembang di Kaltara. Saat ini, masih Bulungan dan Malinau yang dinyatakan wilayah transmisi lokal di Kaltara oleh Kemenkes RI.

Baca Juga :  Belasan Anak Yatim di Tarakan Akan Terima Bantuan Sosial Tahap Satu

“Tapi nanti kita lihat perkembangannya akan kita bicarakan dengan kepala daerah pak Gubernur, apakah perlu ada pembatasan PSBB,” ujarnya.

Sementara itu, akhir April 2020, Malaysia akan membuka masa lockdown sehingga dikatakan Khairul, pengawasan ditingkatkan mengantisipasi penumpang dari Malaysia ke Tarakan.

“Malaysia akan buka lockdown, akhir April, kalau dia buka kita lakukan antisipasi disini karena disana belum selesai kan (masih ada kasus Covid-19),” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Tarakan Berikan Santunan Kepada IRT yang Mencuri Akibat Terpaksa

“Kita lakukan screening seperti ini, sama, kita bawa pakai bus, bawa ke sini, dibawa ke ruang screening, setelah selesai sudah terpilah. Kalau penumpang mau melanjutkan keluar daerah bisa dikawal ke pelabuhan, kalau tidak bisa dia harus karantina di tempat yang kita siapkan,” tukasnya. (*)

 

Reporter: Ramli
Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *