oleh

Sekda Ernes Tegaskan Malinau Siap Lawan Covid-19

MALINAU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus S.Pi, MM selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Disease 2019 (Covid-19) melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Umum Daerah Malinau didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Kabupaten Malinau dan Direktur RSUD Malinau, Senin (13/4/2020).

Memantau sekaligus mempertegas kesiapan Pemerintah Daerah dalam rangka menindaklanjuti penetapan oleh Gubernur Kalimantan Utara, bahwasannya Malinau sebagai Rumah Sakit rujukan. “Pertama kita memastikan bahwa tenaga medis kita harus siap, kedua ruangan yang akan digunakan juga harus siap, ketiga adalah Alat Pelindung Diri (APD). Pada prinsipnya Pemerintah Daerah siap untuk menggambil beban ini sebagai Rumah Sakit Rujukan, di mana sudah kita persiapkan selama ini,” terang Sekda Ernes.

Pemkab Malinau juga sudah siapkan 12 bed untuk ruang isolasi. Selain itu juga telah disiapkan dua ruang besar, yaitu Tulip dan Teratai sebagai ruang isolasi. “Jikamana nanti ada penambahan pasien, Rumah Sakit Umum Daerah bersama Dinas Kesehatan juga mempersiapkan kamar operasi bagi pasien atau mungkin ibu hamil yang juga terinfeksi virus. Jadi kita persiapkan mengantisipasi karena segala sesuatu bisa terjadi,” ucapnya.

Baca Juga :  Jari Pria Paruh Baya Nyaris Putus Akibat Cincin Batu Akik

Ernes juga mengaku telah mengecek APD, dan bersyukur APD dalam beberapa waktu kedepan cukup dalam rangka perawatan pasien-pasien. “Yang terinfeksi kita harapkan support dari pemerintah daerah, terutama juga pemerintah provinsi, juga kepada masyarakat untuk bisa bersama-sama mejadikan Rumah Sakit ini menjadikan Rumah Sakit rujukan,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Dr. Ernes juga berdiskusi dengan para dokter dan perawat yang bertugas merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dirinya meminta kepada para dokter dan perawat agar mereka tetap menjaga kesehatan, baik itu dari diri mereka, kemudian juga mereka bisa saling menyemangati di antara perawat. Selain itu juga bisa men-support pasien karena selama 14 hari atau bahkan lebih, pasti akan merasakan kebosanan.

Baca Juga :  Jari Pria Paruh Baya Nyaris Putus Akibat Cincin Batu Akik

Sekda juga meminta kepada para dokter dan perawat agar menyampaikan kepada para pasien bahwa pemerintah daerah sangat men-support mereka. Selain itu diharapkan pasien juga bersabar sampai pemerintah, dokter dan tenaga medis menyatakan mereka sembuh total. Karena pemerintah atau petugas medis tidak ingin menggambil risiko untuk membebaskan atau mungkin mengeluarkan mereka tanpa ada dasar yang pasti.

Baca Juga :  Jari Pria Paruh Baya Nyaris Putus Akibat Cincin Batu Akik

Sekda Ernes juga berharap kepada para perawat agar bersabar, karena sudah hampir dua puluh satu hari tidak bertemu dengan keluarga dan mereka isolasi mandiri karena selama ini merawat para pasien.

“Kalau angka kasusnya tidak terlalu signifikan, artinya kalaupun bertambah PDP berarti jumlahnya masih kita perhitungkan dengan perkembangan masih normal saja. Kita berharap ini melambat bahkan berkurang karena pemerintah juga sudah kuat untuk mengimbau masyarakat untuk bersih-bersih. Baik itu tangan, isolasi, jaga jarak kemudian tidak keluar rumah sudah dipatuhi oleh masyarakat untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) tersebut,” pungkasnya. (PROKOMPIM Malinau)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *