oleh

Ketua MUI Kaltara Imbau Masyarakat Menahan Diri dan Tidak Mudik di Tengah Covid-19

TARAKAN – Berdasarkan data yang disampaikan Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), hingga Kamis 16 April 2020, jumlah orang yang terkonfirmasi covid-19 bertambah 8 orang. Totalmnya hingga saat ini pun sudah 28 orang terinfeksi virus ini.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kaltara, K.H. Zainuddin Dalila menyebut Kaltara semakin mengkhawatirkan. Untuk itu dia mengimbau seluruh masyarakat, apapun agamanya, siapun dia, dari kalangan manapun, agar mematuhi imbauan pemerintah dan Maklumat Kapolri untuk mencegahan dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kaltara. Sebab jika diabaikan, masyarakat justru akan berada pada situasi yang semakin menakutkan.

“Untuk itu saya imbau jangan keluar rumah kalau tidak penting, kecuali mendesak ya silakan, tapi kalau tidak lebih baik kita bersama keluarga di rumah. Itu yang saya imbau pertama. Sebab dengan mengikuti imbauan pemerintah, InsyaAllah dalam waktu yang tidak terlalu lama kalau kita disiplin mengikuti petunjuk, imbauan, arahan pemerintah, akan hilang (covid-19) di Kaltara,” pesan K.H. Zainuddin Dalila kepada benuanta.co.id.

Lanjutnya, dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadan, biasanya umat Islam beramai-ramai ke masjid. Namun dengan mewabahnya covid-19, ulama yang juga menjabat Ketua Baznas Tarakan ini menyarankan agar Salat Tarawih di rumah saja bersama keluarga.

“Selama ini kita selalu ke masjid, entah istri kita salat dengan siapa, anak kita dan cucu kita. Lebih baik kita berada di rumah bersama keluarga. Barang kali ini ini yang Allah kehendaki, dikirimnya kita virus ini supaya kita bersama-sama dengan keluarga. Mari kita ambil hikmahnya. Jadi kita bersama keluarga di rumah itu bisa menambah keakraban,” jelasnya.

Tradisi mudik ke kampung halaman jelang Ramadan atau lebaran, juga diharapkan agar tidak dilakukan sementara. K.H. Zainuddin Dalila mengimbau agar masyarakat menahan diri. Sebab saat bepergian, tidak tahu siapa yang menularkan dan siapa yang ditularkan.

Sehingga tujuan ingin bergembira dengan keluarga, tahu-tahu malah membawa penyakit. Bukan jadi rahmat, malah jadi musibah. Atau sebaliknya, mereka yang kita datangi dalam keadaan sakit, kita datang yang sehat malah ikut jadi sakit. Oleh sebab itu, sekali lagi dia meminta masyarakat menahan diri dulu untuk tidak pulang kampung di Ramadan atau lebaran ini.

Apalagi saat ini semua sudah dimudahkan dengan teknologi. Meski jauh bisa saling silaturahmi melalui telepon, atau menggunakan internet untuk saling sapa dengan keluarga. “Jadi bisa berlebaran jarak jauh. Jadi tidak mesti harus mudik, dari pada kita wa-was di perjalanan yang bisa menimbulkan mudarat,” imbaunya.

K.H. Zainuddin Dalila pun berharap agar imbauan ini bisa dipahami dan dijalankan oleh masyarakat. “Jadi kita di rumah saja. Kalau kita bebas saja seperti saat ini, tanpa memakai masker, maka akan semakin lama menghadapi cobaan ini. Tapi kalau pakai masker, cuci tangan, kita bisa mencegah penyebaran virus ini,” tutupnya.(*)

 

Reporter: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed