oleh

Tekan Produk Selundupan, BPOM Dukung Ada Importir Pangan di Kaltara

TARAKAN – Banyaknya produk berlabel negeri jiran Malaysia beredar di Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang ada di Tarakan mendorong pelaku usaha di Tarakan maupun Kaltara menjadi importir agar barang-barang yang di masukkan ke Tarakan atau Kaltara dari Malaysia resmi, tidak ilegal.

Kepala Kantor BPOM Tarakam, Musthofa Anwari menuturkan, Kaltara ini merupakan wilayah perbatasan dekat dengan Malaysia sehingga produk Malaysia banyak ditemukan beredar tanpa mengantongi ijin edar.

“Kita mendorong adanya importir ada di Kalimantan Utara, di Tarakan ini, dengan asumsi Kaltara ini perbatasan. Banyak sekali produk-produk khususnya pangan yang lihat masuk tanpa ijin edar, kalau ada importir pangan akan menekan produk-produk yang ilegal di Tarakan maupun di Kaltara,” ungkap Musthofa kepada benuanta.co.id, Kamis 9 Maret 2020.

Baca Juga :  Update Covid-19 Tarakan, Pasien Positif Tidak Menunjukan Gejala Sesak Nafas

Badan POM melakukan inisiasi untuk melakukan sosialisasi pentingnya ada importir pangan di Kaltara. Nantinya dinas perdagangan Tarakan akan mengundang pelaku-pelaku usaha yang banyak mendatangkan produk Malaysia ke Tarakan.

“Kita akan mengundang para pelaku usaha yang di bidang impor yang mau menjadi importir produk pangan, kita ajari stepnya, karena kita akan mengundang ahlinya tim penilaian dari Badan POM Deputi Pangan dan Olahan akan ke sini membantu bagaimana cara melengkapi dokumen dan persyaratan apa saja yang harus dilengkapi untuk menjadi importir,” jelasnya.

Nantinya akan ada diskusi dari pelaku usaha di Tarakan atau Kaltara, apa saja kendala untuk menjadi importir, itu bisa disampaikan dalam kegiatan tersebut. Diakui Musthofa, di Tarakan bahkan Kaltara belum ada importir pangan.

Baca Juga :  Jadi Ketua Satgas, dr. Khairul Tekankan Percepatan Penanggulangan Covid-19

“Importir untuk pangan olahan belum ada di Kaltara, kita di sini ada daerah di Nunukan pos lintas batas itu (selundupkan barang impor),” pungkasnya.(*)

 

Reporter: Ramli

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed