oleh

Stok Menipis, Personel Polres Bulungan Donor Darah di PMI

TANJUNG SELOR – Ketersediaan stok darah yang terus menipis di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulungan, dimanfaatkan oleh Polres Bulungan melaksanakan donor darah. Hal itu dalam rangka menghadapi Pandemi Covid-19 di Polres Bulungan.

“Kita telah melaksanakan donor darah Polres Bulungan untuk atasi kekurangan darah di PMI,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Yudhistira Midyahwan kepada benuanta.co.id, Selasa 7 April 2020.

Aksi donor darah ini pun berdasarkan permintaan PMI yang menyatakan kekurangan stok darah akibat merebaknya Covid-19. Hal itu berefek turunnya jumlah pendonor maka Polres Bulungan siap melaksanakan donor.

Baca Juga :  Angka Anak Jadi Korban Kasus Narkoba Naik 5-10 Persen

“Maka PMI meminta instansi pemerintah atau lembaga atau kantor-kantor untuk menggerakkan anggota untuk mau mendonorkan darah,” jelasnya.

Dari sekian banyak personel yang mendaftar dan melalui pemeriksaan petugas PMI. Ada juga personel yang tidak masuk karena kelelahan akibat tugas, maka tidak mendonorkan darahnya. “Yang terdaftar 41 orang yang diambil darahnya,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Unit Transfusi Darah PMI Bulungan, dr. Idewan Budi Santoso mengatakan, sebelum Polres Bulungan, lebih dulu Kodim 0903 Tanjung Selor dan Brigif 24 Bulungan Cakti melaksanakan donor darah.

Baca Juga :  Luhut Berharap Semua Pihak Gotong Royong Bangun KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi

“Hari Jumat lalu bantuan dari Kodim dan Brigif untuk Pandemi Covid 19 hampir 70 orang semuanya yang mendonor,” ucapnya.

Kebutuhan darah di PMI Bulungan yang sering habis adalah jenis darah AB dan O. Untuk itu petugas sering memberitahukan lewat media sosial kepada warga jika ada yang kosong atau butuh darah.

“Yang sering itu kalau ada operasi. Kesulitan kita itu dengan adanya Pandemi Covid-19 ini jarang yang mau donor,” bebernya.

Baca Juga :  Presiden akan Groundbreaking KIPI pada 16 Desember 2021 Mendatang

Kata dia, dari 41 orang hampir semua jenis darah ada. Yang jarang didapatkan oleh petugas adalah darah AB. Kemudian yang banyak permintaan itu adalah yang mengalami penyakit dalam, dan dominan permintaan darah O. “Jadi memang darah AB jarang yang punya, syukur kita dapat 3 kantong tadi yang AB,” tutur Budi. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Edito: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *