oleh

Hasil Pemeriksaan Balitbangkes, 6 Orang Negatif, PDP Menjadi 10 Orang

TARAKAN – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona atau covid-19 di Tarakan menjadi 10 orang, dan satu orang dinyatakan positif.

Sementara itu, dikatakan Jubir Tim Gugus Tugas percepatan dan penanganan covid-19, dr. Devi Ika Indriana M.Kes, saat ini ada 6 orang yang telah dinyatakan negatif hasil pemeriksaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes).

“Jadi ada 3 orang menunggu sampel dan 8 orang PDP masih dalam perawatan,” ungkap dr. Devi, Ahad (29/3/2020).

Baca Juga :  Susenas Ikut Jadi Penentu UMK Daerah, Begini Penejelasannya

Selain itu, sebanyak 94 orang dalam pemantauan (ODP) yang telah menjalani pemeriksaan, 16 di antaranya telah dinyatakan sehat dan mendapatkan surat keterangan sehat dari puskesmas. Pemantauan yang dilakukan memang dibagi di setiap wilayah masing-masing.

“Sementara ODP yang masih dalam pantauan petugas kesehatan yakni 78 orang, daaan masih dalam proses lanjutan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kelayakan Lahan Pemakaman Covid-19, DPRD Tarakan Bakal Tinjau Lokasi dan Gelar RDP

Berbeda dengan masyarakat yang telah melaporkan diri melalui hotline usai dari perjalanan dari daerah terjangkit sebanyak 337 orang. Laporan ini berasal dari telepon, WhatsApp, maupun laporan langsung ke kantor Dinkes Kota Tarakan.

“Laporan ini berdasarkan petugas, memang banyak yang melaporkan, hingga saat ini kami akan tetap terus melakukan pemantauan dan mendata setiap masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :  Menyongsong HUT Kaltara Ke-9,  Akademisi Gelar Bedah Buku Perjuangan Mendirikan Kaltara

“2 orang yang telah melakukan kontak dengan pasien yang positif covid juga tetap dilakukan pemantauan kondisi kesehatannya. Kita juga melihat perkembangannya dan melakukan karantina,” jelasnya.

Devi mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. Apalagi ketika menemukan gejala diharapkan agar segera melaporkan diri melalui hotline maupun langsung menuju kantor Dinkes.(*)

 

Reporter : Rico Jeferson
Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *