oleh

Gadis Belasan Tahun Diduga Dibawa Kabur Pamannya Sendiri

TANJUNG SELOR – Jagat maya kembali ramai khususnya grup facebook. Dalam postingan facebook itu, seorang pria bernama Kahar telah membawa kabur anak di bawah umur yang tak lain keponakannya sendiri bernama Asriani atau Emi (12).

Diduga pria itu nekat membawa korban dari rumahnya di RT 5, Desa Malinau Hilir, Kecamatan Malinau Kota, menuju ke Tanjung Selor. “Jadi yang bawa kabur itu om-nya sendiri, adik ipar saya sejak hari Senin,” ucap Rusdiana, ibu dari korban kepada benuanta.co.id, Rabu 25 Maret 2020.

Kata dia, anak keduanya ini saat meninggalkan rumah itu dengan alasan mau mencuci pakaiannya di laundry, pada hari Senin 23 Maret 2020 sekitar pukul 17.00 wita.

Setelah itu dirinya menelpon ke anak pertamanya pada pukul 20.00 wita, karena posisinya tengah berjualan. Info yang didapatkan anak keduanya belum pulang sejak pukul 17.00 wita.

“Kata anak pertama saya Emi mau pergi laundry. Setelah saya pulang lewat jalan trans holing saya lihat motornya Emi parkir di pinggir jalan, saya tanya orang sekitar situ katanya jalan naik mobil,” jelasnya.

Mendapati info dari warga sekitar anaknya naik mobil travel. Akhirnya Rusdiana bersama suaminya Andi Rizal mendatangi tempat jasa travel. Keterangan dari pihak travel anaknya menuju ke Tanjung Selor bersama seorang pria, yang tak lain pamannya sendiri.

“Kata orang travel anak ini ke Tanjung Selor, kemudian orang travel di sini hubungi sopirnya ternyata anak sama om-nya ini sudah ada yang jemput lagi,” bebernya.

Kecurigaan mengarah ke Bahar karena saat dicari di Malinau sudah tidak ada. Lalu foto yang beredar identik dengan Bahar sehingga dia menyimpulkan jika Bahar yang membawa anaknya. “Dua kali saya telepon tapi Bahar tidak angkat,” ucapnya.

Menurut Rusdiana, sifat Bahar sudah sangat keterlaluan, sudah sering berbuat ulah. Belum selesai masalah adik Rusdiana dibawa kabur, kini giliran anaknya lagi. “Adikku sampai sekarang belum pulang juga karena Bahar ini. Dia itu sudah 6 kali menikah terakhir sama adikku, sekarang ambil masalah lagi anakku yang dibawa lari,” jelasnya.

Dengan kejadian itupun dia lalu melaporkan ke Polres Malinau. Sementara itu Kapolres Malinau AKBP Agus Nugraha mengatakan, laporan belum ada masuk kepadanya tentang kasus itu. “Sudah saya cek, belum ada laporan ke Polres Malinau,” ucap Agus.

Ditambahkan Kapolres Bulungan, AKBP Yudhistira Midyahwan, dari Malinau belum ada koordinasi dengan Polres Bulungan agar bisa dibekap. Jika sudah ada laporan maka Polres Bulungan siap melakukan pengamanan.

“Mudahan ada dihubungi kita agar bisa kerja sama untuk mengamankan pelakunya,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Kamis 26 Maret 2020.

Kata dia, harus ditangkap dulu pelakunya, setelah disidik ada unsur pidananya barulah ditetapkan unsur pidananya. Terutama untuk kasus anak di bawah umur, dicabuli, pemaksaan dan lainnya akan ditindak. “Paling tidak kita temukan dulu,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed