oleh

Satu QR Code Berlaku untuk Semua Aplikasi Belanja Uang Digital

TARAKAN – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara merilis QRIS atau QR Code Standar Indonesia yang bisa digunakan semua aplikasi belanja menggunakan uang digital.

“QRIS ini satu standar QR Code secara nasional, yang bisa digunakan semua aplikasi,” kata Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Yufrizal di acara Car Free Day (CFD), Ahad 15 Maret 2020 di Taman Berkampung.

Dijelaskan Yufrizal, sebelum 1 Januari 2020 setiap aplikasi mempunyai QR code sendiri. Misalnya, aplikasi GoPay punya QR code sendiri.

“Bayangkan 28 aplikasi meja kasir penuh dengan itu, maka mulai 1 Januari 2020 satu QR code untuk semua aplikasi yang tergabung dalam BPJSP (Badan Penyelenggaraan Jasa Sistem Pembayaran) yang sudah memiliki ijin dari Bank Indonesia,” terangnya.

Baca Juga :  Bosan Selama Pandemi, Tanaman Alocasia Tengkorak Masih Menjadi Trend untuk Berkebun

Lanjutnya, BI Kaltara akan terus melakukan sosialisasi untuk menambah pengguna QRIS tersebut. “Target kami menambah terus, akan terus sosialisasi ke masyarakat, UMKM, dan rumah ibadah,” kata dia.

Dari 1.300 merchant yang memanfaatkan QRIS untuk semua aplikasi ini, memudahkan masyarakat dan pelaku usaha. Karena bagi masyarakat tidak perlu lagi uang kembalian saat belanja dengan uang tunai.

“Uang langsung masuk ke rekening, tidak ada risiko uang palsu, ditilap kasir, banyak sekali kelebihan, semuanya tercatat, sehingga sekali waktu butuh modal dari bank, bank itu punya catatan awal, 10 bank yang menggunakan QR Code,” urainya.

Sementara itu, Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes mengatakan, pemerintah Tarakan terus galakkan transaksi non tunai dengan satu QRIS untuk semua pembayaran.

Baca Juga :  Stop Elpiji dari Luar, Bupati Laura Harapkan SPPBE Bisa Penuhi Kebutuhan Masyarakat di Pelosok

“Memudahkan masyarakat, semua transaksi terpantau, masyarakat tidak perlu bawa uang tunai karena rawan kehilangan, pengembalian uang kecil tidak ribut lagi, pemerintah juga diuntungkan,” ujarnya dr. Khairul.

Sebagian manfaat QRIS terutama menghindari uang palsu. Maka tidak perlu lagi cek uang palsu karena semua pakai QRIS. Bahkan, di Pemkot Tarakan transaksi menggunakan non tunai seperti gaji pegawai ditransfer, bantuan beasiswa, bantuan sosial diarahkan ke transaksi non tunai.

“Pembayaran menggunakan aplikasi itu, saya sudah pakai itu, sejak tahun lalu kita galakkan, UMKM juga bagus tidak pegang uang langsung, bisa terekam di bank, berapa omzet dia, bisa diketahui,” tutur dr. Khairul.(*)

 

Reporter: Ramli

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19 Saat Ini, Harga Rumput Laut di Nunukan Tetap Stabil

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed