oleh

Ini Langkah Pemerintah Tarakan Jika Ada Warga Positif Terjangkit Corona

TARAKAN – Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes tidak ingin gegabah dalam mengambil sikap pasca sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) terjangkit dan meninggal dunia akibat virus corona.

Menurut Wdr. H. Khairul, M.Kes, langkah antisipasi dilakukan baik secara eksternal dan internal. Ia tidak ingin gegabah seperti yang terjadi di daerah lain hingga meliburkan aktifitas sekolah.

“Kita lakukan antisipasi secara internal, pemerintah juga melakukan pemantauan perkembangan,” jelas Khairul.

Baca Juga :  Binda Kaltara Targetkan 10.600 Vaksin Dihabiskan

“Di daerah lain sekolah di liburkan, kita tidak mau gegabah, kalau mau lockdown semua harus diliburkan, sekolah, kantor, pasar-pasar tradisional, itu dampaknya sangat besar,” sambungnya.

Bila suatu daerah sudah ada yang positif terjangkit virus yang menyerupai virus mers ini, bisa saja diberlakukan lockdown.

“Kecuali kita tadi ada (yang terjangkit), tidak boleh gegabah ambil keputusan, kalau ada kita lockdown lokalisasi tempat itu saja, itu strategi yang akan kita terapkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  UMK Tarakan Naik 12 Ribu, Begini Kata Pakar Ekonomi

Lanjutnya, pemerintah terus memantau perkembangannya. Kalau ada yang terjangkit virus ini maka dimana mulainya masuk ke Tarakan akan dilakukan lockdown.

“Saat ini tidak perlu tindakan berlebihan, jaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan, hindari kerumunan yang tidak perlu, yang flu pakai masker supaya tidak menular,” kata dia.

“Kalau pintu masuk sejak lama kita jaga, maka sekarang tidak cukup (menjaga pintu masuk), tidak hanya pemantauan terhadap orang asing, pemantauan terhadap orang-orang kita terus kita lakukan, karena yang tertular bukan orang dari luar negeri, kita sudah yang di dalam sini (negeri),” tandasnya.(*)

Baca Juga :  Umroh 2021, Kemenag Tarakan Masih Menungggu Teknis Prokes

 

Reporter: Ramli

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *