oleh

Terapkan Kerja Sif, Kantor KPU Diimbau Harus Selalu Steril

TARAKAN – Merebaknya wabah virus corona (Covid -19), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan akan melakukan sistem kerja di kantor secara bergantian. Hal ini disampaikan Ketua KPU Kota Tarakan, Nasruddin kepada benuanta.co.id, Kamis (19/3/2020).

Pergantian waktu kerja atau sistem sif dilakukan menindaklanjuti edaran dari KPU RI untuk mencegah mewabahnya Covid-19 yang telah menjadi permasalahan nasional maupun Internasional.

“Kami memang telah dapat surat edran dari KPU RI, bahwa kantor KPU di seluruh daerah harus steril dan higienis,” kata Nasrudin.

Baca Juga :  Lapas Tarakan Terapkan Layanan Kunjungan Virtual dan Titipan Makanan

Selanjutnya, sistem kerja sif ini akan dilakukan secara bergantian. Dimulai dari pukul 09.00 Wita hingga 12.00 Wita. Dilanjutkan dengan sif kedua dimulai pukul 12.00 Wita sampai pukul 15.00 Wita.

“Sif ini dilakukan untuk mengurangi kegiatan yang bersifat banyak orang. Jadi nanti dibagi jam kerjanya setiap anggota,” tuturnya.

Selain itu, dalam surar edaran tersebut, pihaknya akan menyiapkan alat cuci tangan untuk membersihkan diri dari hal yang tidak diinginkan. Termasuk tamu yang akan berkunjung maupun ada kepentingan di kantor KPU akan dilakukan pemeriksa suhu badan.

Baca Juga :  Positif di Tarakan Bertambah 1 Orang, Sembuh Nambah 2 Orang

“Pemeriksaan ini dilakukan agar tamu yang datang dalam kondisi aman, dan setiap sudut nanti akan diberikan pencuci tangan. Jadi setiap selesai kerja atau melakukan sesuatu tangan langsung dicuci agar steril,” bebernya.

Ia juga menambahkan, kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa banyak, dianjurkan oleh KPU RI agar ditunda. Dengan alasan untuk mengantisipasi covid-19.

Baca Juga :  Dilantiknya 5 Dewas RSUD Tarakan, Komposisi dan Jejak Prestasinya Dinilai Sudah Tepat

“Jadi kegiatan yang bertatapan muka dan mengumpulkan massa harap ditunda. Termasuk perjalanan dinas juga. Kalau memang tidak urgent diimbau KPU RI dibatalkan dulu,” imbuhnya.

“Kemudian berapa lamanya ini diterapkan masih belum diketahui. Karena kami akan menunggu surat edaran berikutnya sampai kapan pelaksanaan ini terjadi,” pungkasnya.(*)

Reporter : Rico Jeferson

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed