oleh

PC PMII Tarakan akan Minta Klarifikasi dan Tabayun kepada Syarwani

AKBAR : SAYA JUGA BISA MENUDING SYARWANI JUBIR PEMERINTAH

TARAKAN – Menanggapi komentar salah satu anggota DPRD Kaltara, Syarwani atas aksi damai PC PMII Kota Tarakan di Kantor BPK RI Perwakilan Kaltara, Ketua Komisariat Datu Adil PC PMII Kota Tarakan, Muhammad Nizam angkat bicara.

Dikatakan Muhammad Nizam, aksi solidaritas ini merupakam aksi murni yang dilakukan mahasiswa dalam tranparansi terkait dana Humas dan Protokol Pemprov Kaltara.

“Aksi ini tidak ada sangkut pautnya dengan politik, apalagi kami telah mengundang semua media untuk di-publish aksi kami terhadap BPK,” ungkap Nizam kepada benuanta.co.id, Kamis (19/20/2020).

Selain itu, dirinya juga mengaku kecewa dengan statemen terhadap pergerakannya. Sebab seharusnya anggota DPRD berbicara dengan fakta terkait adanya kegiatan yang dilakukan masiswa jika memang benar ditunggangi kepentingan politik atau salah satu media.

“Kalau gitu, mana buktinya. Jangan sampai statement-nya ini bisa menjadi konsumsi publik atas lembaga kami, dan mencemarkan nama baik lembaga mahasiswa,” tuturnya.

Apalagi aksi ini dilakukan untuk memerangi korupsi yang berada di wilayah Kaltara. Pihaknya ingin mengetahui data hasil audit yang dilakukan BPK terhadap Humas Pemprov Kalatra. “Itulah kenapa PC PMII hadir untuk meminta data tersebut. Kami sangat kecewa karena dituding seperti itu oleh anggota DPRD,” ujarnya.

Menurutnya aksi yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang ada. Termasuk pihaknya telah terbuka untuk diliput dalam pemberitaan. “Kami tidak membatasi untuk diliput, kenapa kami dituding seperti itu,” keluhnya.

Sejauh ini, kami akan mengambil hak untuk meminta Syarwani klarifikasi hal tersebut. Dirinya \ akan melakukan tabayun seperti komunikasi dengan Syarwani untuk menanyakan maksud dari statement-nya.

“Kami akan bertatap muka, berdiskusi dan meminta hak jawab dan klasifikasi di semua media atas tudingan tersebut. Komunikasi lisan belum ada, kami akan menyurati terkait persoalan ini,” bebernya.

Sementara, salah satu Anggota Alumni PC PMII, Akbar Syarif sangat kecewa atas komentar yang disampaikan oknum anggota DPRD Provinsi Kaltara. Apalagi Syarwani ini merupakan senior Akbar di Almuni PC PMII. “Saya kecewa sesama alumni PMII, seharusnya Syarwani bisa menjembatani dan membantu persoalan yang dilakukan adik-adik PMII,” Tukasnya.

Ia menegaskan akan mendukung kegiatan yang dilakukan mahasiswa PMII dalam aksi dan program kerja yang dilakukan. Terlebih lagi, dalam proses memberantas korupsi di pemerintahan di Kaltara.

“Saya akan dukung mereka dan back up adik-adik sebagai senior mereka. Bicara soal tuntutannya kita sepakat, karena di seluruh Indonesia sebagai masyarakat sudah layak kita mengontrol dalam pembangunan di Indonesia sendiri,” terangnya.

Dengan adanya statement yang telah terpublikasi ini, Akbar mengemukakan, syogyanya sebagai wakil rakyat harus melakukan tugasnya dalam pengawasan. Melihat persoalan ini, bisa lebih tanggap untuk menjembatani dan meminta pendapat kepada setiap orang yang bersangkutan secara resmi dan terbuka.

“Ini malah sebaliknya. Saya harap sesama kader alumni PMII agar persoalan statement-nya dapat diklarifikasi. Jangan sampai ini diarahkan ke politik maupun dituding-tuding yang tidak-tidak,” harapnya.

Seharusnya, lanjut Akbar, terkait pernyataan yang dikeluarkan harus sesuai bukti yang ada.  Berbicara soal tersebut, dirinya pun mempertanyakan apakah Syarwani berbicara karena ditunggagi oleh media yang dikontrak Pemprov Kaltara atau sebagai jubir pemerintah.

“Kalau beranggapan pun, semua orang bisa dan berhak  Saya pun bisa beranggapan kalau dia jadi jubir pemprov atau media yang dikontrak. Atau sebagai anggota DPRD yang tidak netral,” tegasnya.(*)

Reporter : Rico Jeferson

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed