oleh

Ini Dia Virus-virus yang Pernah Menggemparkan Dunia

TAK sedikit jenis virus yang telah mewabah di dunia. Namun ada beberapa jenis virus yang cukup mematikan dan menghebohkan dunia. Terbaru adalah Coronavirus (2019-nCoV) yang pertama kali mewabah di Cina dan kini meluas ke beberapa negara lainnya.

Kini 2019-nCoV yang telah menginfeksi ribuan orang dan memakan ratusan korban jiwa itu kini menjadi kewaspadaan setiap negara di dunia. Parahnya lagi, virus ini penyebarannya cukup cepat anata manusia ke manusia. Terlebih hingga kini Pemerintah Cina juga kewalahan dengan wabah virus tersebut dan belum juga menemukan obat penawar untuk pasien Coronavirus.

Kini Indonesia meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap virus mematikan ini. Di Asia Tenggara sendiri sudah ada beberapa negara yang terjangkit virus tersebut. Negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina telah mengomfirmasi negaranya terjangkit Coronavirus. Berikut beberapa virus yang pernah menggeparkan dunia, serta penyebarannya di Indonesia :

  • Flu Burung

Flu burung pertama kali dilaporkan pada tahun 1878 di Italia. Awalnya, penyakit ini disangka sebagai kolera unggas bentuk akut dan septisemik. Virusnya sendiri belum diidentifikasi dan diklasifikasikan sebagai virus influenza hingga 1955.

Flu burung merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang telah beradaptasi untuk menginfeksi burung. Penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi karena membunuh ternak ayam dalam jumlah besar. Terkadang mamalia, termasuk manusia, dapat tertular flu burung.

Pada September-Oktober 2003, virus H5N1 diidentifikasi di Indonesia. WHO mencatat kasus Flu Burung di dunia hingga Mei 2019 sebanyak 861 kasus dengan 455 kematian pada manusia. Indonesia menempati peringkat kedua dengan 200 kasus 168 kematian. Sementara Mesir di peringkat pertama sebanyak 359 kasus dengan 120 kematian.

  • Flu Babi

Flu babi adalah kasus-kasus influenza yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A. Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.

Baca Juga :  Kasus Positif COVID-19 Bertambah 2.858, Sembuh Bertambah 1.383

Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian.

Hingga 13 Juli 2009 di Indonesia sudah terdapat 86 kasus flu babi positif di Indonesia terdiri dari 52 laki-laki 34 perempuan yaitu, 24 Juni (2 kasus), 29 Juni (6 kasus), 4 Juli (12 kasus), 7 Juli (8 kasus), 9 Juli (24 kasus), 12 Juli (12 kasus).

  • Cacar Monyet

Cacar monyet adalah sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus cacar monyet yang dapat timbul pada hewan tertentu termasuk manusia. Gejalanya dimulai dengan demam, sakit kepala, nyari otot, pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa lelah. Cacar monyet paling sering ditemukan di daerah Afrika Tengah dan Afrika Barat. Penyakit ini secara umum memiliki gejala yang sangat mirip dengan cacar, walaupun secara klinis gejalanya lebih ringan.

Kasus cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1970, yaitu di Republik Demokratik Kongo. Lalu, pada tahun 1996 hingga 1997 wabah kedua penyakit ini terjadi lagi di Republik Demokratik Kongo. Kasus cacar monyet pertama di luar benua Afrika ditemukan pada tahun 2003 di Amerika Serikat.

Sementara negara terdekat dengan Indonesia yang telah terjangkit adalah Singapura. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia meminta masyarakat tidak perlu panik terkait ditemukannya penyakit cacar monyet di Singapura. Kemenkes meminta masyarakat agar tetap waspada dan menjaga kebersihan.

Baca Juga :  1,2 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Indonesia

 

  • SARS

SARS adalah sebuah jenis penyakit pneumonia. SARS pertama kali muncul pada November 2002 di Provinsi Guangdong, Tiongkok. SARS sekarang dipercayai disebabkan oleh virus SARS. Sekitar 10 persen dari penderita SARS meninggal dunia.

Mula-mula gejalanya mirip seperti flu dan bisa mencakup: demam, myalgia, lethargy, gejala gastrointestinal, batuk, radang tenggorokan dan gejala non-spesifik lainnya. Satu-satunya gejala yang sering dialami seluruh pasien adalah demam di atas 38 °C (100.4 °F). Sesak napas bisa terjadi kemudian. Gejala tersebut biasanya muncul 2–10 hari setelah terekspos, tetapi sampai 13 hari juga pernah dilaporkan terjadi. Pada kebanyakan kasus gejala biasanya muncul antara 2–3 hari. Sekitar 10–20 persen kasus membutuhkan ventilasi mekanis.

Di Indonesia sendiri, dikutip dari situs Kemenkes, hingga 2 Mei 2003 ada satu kasus probable SARS yang dirawat di RSUP Adam Malik Medan. Satu kasus probable yang dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta dinyatakan sembuh dan telah pulang ke Hongkong. RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso masih merawat 3 pasien SARS dengan satu suspect dan dua dalam tahap observasi. Secara keseluruhan, hingga 2 Mei 2003 ada 5 kasus SARS dengan satu masih dirawat dan empat lainnya telah sembuh.

 

  • Ebola

Penyakit Ebola disebabkan oleh virus yang sangat mematikan, dan ditemukan pertama kali pada tahun 1976 di benua Afrika bagian tengah. Pada waktu itu, penggunaan jarum suntik di rumah sakit di Kongo (dahulu bernama Zaire), tidak dilakukan secara steril. Selain kontak langsung dengan darah penderita, Ebola juga dapat menyebar melalui cairan tubuh lain seperti air liur, keringat, air seni, ASI, sperma, muntah, hingga tinja. Kontak dengan hewan yang membawa virus Ebola, termasuk kelelawar buah atau primata, seperti monyet dan kera.

Baca Juga :  Pengelola dan Pengunjung Wisata Wajib Menerapkan Protokol Kesehatan Selama Pandemi COVID-19

Ebola ditandai dengan gejala muntah dan tinja berdarah. Penderita juga merasakan nyeri pada dada, perut, otot, dan sendi. Muncul pula dehidrasi, demam, kehilangan selera makan, kelelahan, dan panas dingin.

Hingga saat ini belum pernah ada laporan terkait penyakit Ebola di Indonesia. Namun, risiko menyebarnya penyakit ini ke Indonesia, bukan sama sekali tidak ada, melainkan berada pada kemungkinan yang sangat rendah.

 

  • Novel Coronavirus

Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Infeksi virus Corona bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Sementara itu, untuk di Indonesia belum ada laporan menyebarnya Coronavirus. Namun begitu ada 1 orang WNI yang bekerja di Singapura wanita 44 tahun, Asisten Rumah Tangga terkonfirmasi positif nCoV. Dengan ditemukannya kasus ini, maka temuan ini menjadi kasus ke-21 di Singapura. (kik)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed