oleh

Optimis Raih Piala Adipura, Sampah Pesisir Bagaimana?

NUNUKAN – Tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah melakukan tugas di sejumlah daerah di Kalimantan Utara (Kaltara). Khusus Kabupaten Nunukan, tim penilai mendatangi 29 titik untuk dinilai kebersihannya.

Setelah melakukan pemantauan dan penilaian, tim penilai Adipura langsung kembali ke Jakarta untuk menentukan nasib kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini. Namun di tempat lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan sedang was-was menunggu hasil.

Soal hasil yang ditunggu, Kepala Bidang Penaatan Hukum dan Peningkatan Kepasitas Lingkungan DLH Nunukan, Ahmad Musaffar mengaku optimis DLH bisa membawa piala bergengsi itu kembali ke Kabupaten Nunukan. Rasa percaya diri itu tentu beralasan. Pasalnya, selain fokus pada kebersihan dan kegiatan fisik, kata Musafar, mereka juga telah menyerahkan dokumen lengkap untuk memenuhi syarat penilaian.

“Dalam penilaian Adipura tahun ini, kita optimis meraih penghargaan Adipura, karena didukung peran serta masyarakat,” kata Musaffar belum lama ini.

Dijelaskan Musafar, jika dibandingkan tahun sebelumnya, tahun ini Kabupaten Nunukan lebih siap dalam berbagai hal. Salah satu pendukung kesiapan itu adalah penyusunan Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada). Kebijakan ini masuk dalam bagian penilaian administrasi. “Se Kalimantan itu, Kabupaten Nunukan nomor urut ketiga yang terbaik dalam penyusunan Jakstrada,” jelas Musafar.

“Jika kita saja dari pemerintah bergerak, tidak akan mudah. Sehingga peran masyarakat sangat membantu untuk mendapatkan piala Adipura ini,” imbuhnya.

Disinggung soal pihaknya yang tak terlalu fokus pada kebersihan lingkungan wilayah pesisir, Musaffar mengaku, Pemkab Nunukan dan DPRD Nunukan sudah sejalan dalam persoalan sampah. Sebagai dinas yang fokus pada penanganan sampah dan kebersihan lingkungan, DLH tak pernah absen melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi yang dijalankan tentu saja berkaitan dengan program pengurangan sampah.

“Jadi, kita harapkan kesadaran mereka saat ini. Artinya, setidaknya sampah bekas jangan dibuang ke laut. Mereka (masyarakat harus) kumpulkan sementara sambil menunggu tindaklanjut dari kami,” imbuhnya.

Sebenarnya, kata dia, pemerintah pusat juga sedang menggodok aturan khusus untuk menangani sampah plastik. Sasarannya tentu saja wilayah daratan hingga pesisir yang banyak ditemukan sampah plastik. “Informasi yang saya dengar mau dibuatkan sendiri,” ujarnya.

Menatap 2020, kata Musaffar, DLH Nunukan akan melakukan peningkatan fasilitas di masyarakat. DLH berpatokan pada perubahan prilaku masyarakat. Peran serta masyarakat dibutuhkan dalam mendukung program pemerintah ini.

“Fokus kita pada pengurangan sampah pada hulunya. Dimana sumber sampah. Kalau sampah berkurang, otomatis kita lebih ringan, kemudian lingkungan kita lebih bersih,” pungkasnya. (arz/maw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed