oleh

Sudah 500 Pendaftar Rumah DP Rp 0 yang Lolos BI Checking

TARAKAN – Selain program perbaikan rumah tak layak huni, Pemerintah Kota Tarakan juga sedang menjalankan program “Rumah Tanpa DP” untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Tarakan.

Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes menyebut, sejauh ini sudah banyak MBR yang mendaftar program rumah tanpa DP tersebut. Program rumah tanpa DP sendiri hadir untuk membantu kesejahteraan masyarakat yang masih berpenghasilan rendah. Para MBR diberikan sebuah rumah yang di mana biaya administrasi, biaya notaris, uang muka rumah digratiskan oleh Pemkot Tarakan. Mereka cukup membayar cicilan rumah sesuai jangka waktu yang mereka ambil.

Berdasarkan keterangan dr. Khairul, tepatnya ada sekitar 500 pendaftar yang telah lolos Bank Indonesia (BI) checking. Melalui BI checking, mereka telah dipastikan tidak memiliki masalah dengan bank-bank lain. Jika MBR yang mendaftar memiliki tunggakan dengan bank lain, maka tidak akan diloloskan. Selain itu, jika MBR juga memiliki suatu pembayaran kredit macet juga tidak akan diloloskan.

Khairul juga mengungkapkan, ada MBR yang lolos BI checking karena tidak pernah meminjam di bank. Kemungkinan hal itu diakibatkan karena pendapatan MBR tersebut tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk bisa melakukan peminjaman. Sehingga walau telah lolos BI checking, kemungkinan mereka akan ditolak oleh pihak bank karena pendapatan yang terlalu rendah dan dikhawatirkan tidak bisa membayar cicilan perbulannya.

“Cicilan sebulannya sekitar Rp 1 juta lebih untuk yang jangka waktu 20 tahun. Jadi misalnya, kalau penghasilannya Rp 1,5 juta sebulan, ditakutkan nanti dia tidak bisa membiayai kehidupannya ke depan karena hampir semua uangnya sudah terpakai,” tutur dr. Khairul.

Untuk itu, pihak bank melakukan pemeriksaan kembali terkait pendapatan setiap bulan para MBR yang datanya telah diserahkan oleh pemerintah kota. Pendapatan pendaftar juga tidak boleh terlalu rendah. Karena para pendaftar masih harus membayar cicilan rumah tanpa DP tiap bulannya.

“Kalau tentang syarat batas penghasilan, pemerintah sudah tidak bisa intervensi lagi. Karena memang kalau penghasilannya terlalu rendah tidak akan bisa mendapatkan rumah tanpa DP tersebut,” sambungnya.

Para pendaftar yang penghasilan perbulannya lebih dari Rp 4 juta akan mendapat penolakkan dari pihak bank. Karena syarat untuk mendapatkan subsidi tersebut maksimal penghasilan perbulannya adalah Rp 4 juta. Karena di samping akan mendapatkan pengratisan biaya administrasi dan uang muka rumah, nantinya MBR juga akan mendapat bantuan bunga bank.

“Jadi keringanan bunga bank. Yang misalkan tadinya 14 %, nanti mereka hanya membayar 5 % setahun. Itukan mengurangi cicilan mereka. Sehingga gaji di atas Rp 4 juta tidak dikasih. Karena dianggap bukan MBR. Sebenarnya boleh gaji sampai dengan Rp 7 juta. Tapi itu untuk pendaftar yang rumah susun bukan yang rumah tunggal,” ujar mantan Sekda Tarakan tersebut.

Lebih jauh dr. Khairul berharap, hadirnya program rumah tanpa DP dapat meringankan biaya hidup para MBR. Di mana melalui Program ini para MBR mendapatkan rumah yang uang muka, biaya notaris dan uang administrasi lainnya telah ditanggung total oleh pemerintah.

“Saat ini program Rumah Tanpa DP sudah berjalan, namun tidak secepat yang kami bayangkan. Karena banyak yang menyangkut urusan bisnis bank dan kami maupun pihak lain tidak bisa ikut campur di dalamnya. Untuk sekarang sudah ada beberapa puluh orang yang sudah akad. Sudah ada 11 orang yang sudah akad dan sudah mendapatkan rumah dengan DP Rp 0 tersebut. Semoga para MBR lainnya bisa lolos, bisa langsung membawa perabotan rumah tangganya dan tinggal di sana secepatnya,” tutup dr. Khairul.(*)

 

Reporter : Renaldo Stefan

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed