oleh

Sampaikan Pandangan, Fraksi PPN Banyak Soroti Pertanian dan Peningkatan Jalan

NUNUKAN – Pemandangan umum Fraksi Perjuangan Persatuan Nasional (PPN) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan atas penyampaian nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Nunukan juga patut jadi atensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Pasalnya, isi pemandangan umum yang disampaikan hampir seluruhnya menyasar persoalan yang terjadi di masyarakat.

Juru bicara Fraksi PPN, Hendrawan SPd mengungkapkan, untuk menghasilkan anggaran yang berimbang dan sesuai dengan kondisi di lapangan, struktur APBD harus sesuai dengan sasaran yang akan dicapai. Karena itulah, alokasi dana yang digunakan untuk membiayai berbagai program dan kegiatan benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Itu semua sebagai wujud pertanggung jawaban  penyelenggaran  pemerintahan  dan  pelayanan  public atau public accountability,” jelasnya di awal paparan pemandangan umum di Kantor DPRD Nunukan, Rabu 30 Oktober 2019 siang.

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini melanjutkan, setelah menelaah dengan cermat isi R-APBD tahun 2020, Fraksi PPN memberikan beberapa  masukan  dan  catatan yang didapatkan dari aspirasi yang berkembang dimasyarakat. Yang pertama, ungkap Hendrawan, Pemkab Nunukan harus meningkatkan sarana dan prasarana bidang pertanian.

“Agar dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian menuju terciptanya swasembada pangan. Ini seiring dengan program pemerintah pada prioritas pembangunan ekonomi kerakyatan yang beroriantasi pada peningkatan pertanian yang bersifat agrobisnis,” kata Hendrawan.

Selanjutnya, kata dia, prinsip pembangunan yang dimulai dari desa tertinggal, terpencil dan terisolir di Kabupaten  Nunukan harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Pembangunan itu, seperti peningkatan  jalan di Sebuku menuju  Sembakung yang seharusnya  sudah diaspal. Bahkan program ini sudah tertuang dalam di  APBD tahun 2019.

“Demikian juga diharapkan kepada pemerintah daerah agar menindaklanjuti pembangunan akses jembatan penghubung Desa Pembeliangan menuju Desa Sebaskis, mulai dari RT 05 sampai dengan RT 10,” paparnya.

Hal lainnya yang menjadi perhatian Hendrawan dkk adalah status lahan Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Sebuku. Dalam masalah ini, Pemkab Nunukan didesak mengambil tindakan cepat, sehingga rumah sakit tersebut segera difungsikan. Masih di Sebuku, jelas politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Nunukan ini, Pemkab Nunukan diminta menganggarkan pembukaan Jalan Usaha Tani di Kecamatan Sebuku dan Tulin Onsoi. Jalan ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit di daerah tersebut.

“Sehingga dapat memudahkan para petani dalam pengangkutan hasil panen. Juga diharapkan agar meningkatkan program kesehatan masyarakat  melalui  penerbitan BPJS Kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang kurng mampu,” imbuhnya.

Persoalan lain di wilayah 3 yang harus diperhatikan dalam pembahasan anggaran ini, kata Hendrawan, sigeritas Pemkab Nunukan dan Pemprov Kaltara dalam pengawasan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Nunukan. Pasalnya, masih ada perusahan perkebunan kelapa sawit yang nakal. “Perusahaan ini tidak berpedoman kepada standarisasi penetapan Tandan Buah Segar (TBS) propinsi dalam hal pembelian buah kelapa sawit masyarakat petani di pabrik kelapa sawit,” katanya.

Dia juga berharap, Pemkab Nunukan menindaklanjuti usulan pembangunan jalan alternatif dari Desa Atap menuju Desa Lubok dan peningkatan akses jalan dari simpang jembatan Mansalong menuju Desa Kalampising.

Jalan lainnya, kata Hendrawan, yakni pengaspalan jalan di kilometer 2 menuju kilometer 8 di Desa Binusan, juga harus dilanjutkan. Termasuk akses jalan di Jalan Pong Tiku, Kelurahan Nunukan Tengah yang sebagian belum diaspal.

“Kami juga mengharapkan agar dianggarkan peningkatan akses jalan di Kampung Pisang RT 14 kelurahan Nunukan Barat, yang sampai saat ini belum ada pengaspalan,” bebernya. (*)

 

Editor : Sultan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed