oleh

Fasilitasi Bakat Pemuda, Pemkot akan Bangun Gedung Kesenian

TARAKAN – Seiring berkembangnya zaman, banyak faktor yang membuat minat generasi muda terhadap seni dan budaya semakin berkurang. Salah satunya akibat pengaruh teknologi yang marak di kalangan anak muda karena mudah diakses maupun ditiru oleh generasi muda saat ini, tak terkecuali di Tarakan.

Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes menyebutkan, selain infiltasi budaya asing, keterbatasan sarana dan prasarana pelatihan maupun pengembangan kesenian dan kebudayaan masih terbilang kurang saat ini. Akibatnya, perkembangan seni dan budaya di Tarakan masih terbilang belum terlalu pesat.

“Ada quote yang berbunyi, dengan agama hidup akan terarah, dengan ilmu, hidup akan mudah dan dengan seni, hidup akan indah,” tutur dr. Khairul, Rabu (30/10/2019).

Artinya dengan adanya masyarakat suatu negara yang mencintai seni dan budaya, akan menumbuhkan kecintaan kepada keindahan dan selanjutnya akan berimplikasi terhadap segi kehidupan yang lain. Sehingga di sisi lain, akan membangun masyarakat yang cinta keindahan, kebersihan, keamanan, kedamaian dan kesejahteraan.

Untuk itu, Pemerintah Kota Tarakan bertekad membuat program untuk mendorong pertumbuhan seni dan budaya di Tarakan. Salah satunya melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, salah satunya melalui pembangunan gedung kesenian. Di mana, menjelang tahun 2020 pemerintah kota telah banyak memfasilitasi kegiatan seni dan budaya masyarakat.

Seperti menampilkan kesenian dan budaya lokal, budaya nusantara pada beberapa even, dorongan terhadap terselenggaranya pentas seni dan budaya sampai dengan pengembangan literasi budaya di Tarakan. “Kita juga selalu aktif memberikan sosialisasi untuk mengajak para generasi muda untuk selalu menjaga budaya asli daerah. Agar seni dan budaya kita nantinya tidak luntur seiring berjalannya waktu,” pungkas dr. Khairul.

Khairul menerangkan, peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk mengajarkan atau menurunkan seni dan budaya kepada anak sedari kecil. Baik yang diturunkan itu seni-budaya suku asal, tradisi keluarga maupun seni-budaya yang ada di daerah tempat tinggal (lokal).

Di samping itu, ada juga kegiatan ekstrakurikuler yang hadir di setiap sekolah di Tarakan. Di mana para pelajar diminta untuk memilih sesuai minat dan bakatnya. Mulai dari ekstrakurikuler seni tari, musik, melukis, puisi, menyanyi, membuat cerpen dan novel, karikatur dan ekstrakurikuler seni lainnya.

“Jadi, ekstrakurikuler itu juga hadir sebagai bentuk kegiatan positif yang dapat di lakukan para generasi muda untuk mengisi waktu luang mereka. Terbukti, selama ini telah banyak siswa/i Tarakan yang telah mengharunkan nama kota Tarakan di bidang seni dan budaya,” sambungnya.

Sehingga, bukan hanya lingkungan rumah tangga, tetapi lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat juga menjadi suatu faktor yang sangat penting dalam mengembangkan seni dan budaya. Karena anak-anak mempunyai kecenderungan meniru apa yang dilakukan di lingkungan terdekatnya.

Pemerintah Kota berharap dengan adanya berbagai kegiatan seni dan budaya tersebut, kedepannya para generasi muda Tarakan dapat melesetarikan budaya lokal maupun budaya Nusantara pada umumnya. “Saya mengimbau kepada generasi muda agar mau dan suka menggeluti seni dan budaya lokal maupun nusantara. Sehingga kita tetap bisa jaga kelestarian seni, budaya dan tradisi kita sebagai aset bangsa dan negara,” tutupnya.(*)

 

Reporter : Renaldo Stefan

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed